Jawa Pos Radar Pacitan – Ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK) mulai diwaspadai menjelang Idul Adha.
Di Kabupaten Pacitan, tiga ekor sapi di wilayah perbatasan Kecamatan Donorojo dengan Jawa Tengah dilaporkan terkonfirmasi PMK.
Pemerintah daerah pun memperketat pengawasan kesehatan hewan ternak, khususnya sapi kurban, melalui percepatan vaksinasi dan pemeriksaan lapangan.
Fungsional Pengawas Bibit Ternak Ahli Muda Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan, Sri Indriana, mengatakan vaksinasi PMK terus digencarkan sejak awal tahun.
“Vaksinasi jalan terus sejak awal tahun,” katanya, Minggu (10/5).
Hingga akhir April 2026, alokasi vaksin PMK di Pacitan mencapai 35 ribu dosis.
Dari jumlah tersebut, sekitar 16 ribu dosis telah disuntikkan kepada ternak milik warga.
Selain vaksinasi, DKPP juga membentuk tim pemeriksa kesehatan hewan di tiap kecamatan.
Tim tersebut bertugas melakukan pemeriksaan ante mortem maupun post mortem terhadap hewan kurban.
“Tim akan turun langsung melakukan pemeriksaan di lapangan untuk memastikan hewan kurban benar-benar sehat dan aman dikonsumsi,” jelas Ana, sapaan akrabnya.
Menurut dia, kondisi cuaca pancaroba turut menjadi perhatian karena berpotensi menurunkan daya tahan tubuh ternak dan mempercepat penyebaran penyakit.
Karena itu, peternak diminta segera melapor apabila menemukan gejala PMK pada hewan ternak.
“Seperti luka pada mulut, keluar air liur berlebihan, pincang, maupun kehilangan nafsu makan,” pungkasnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto