Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

MinyaKita di Pacitan Langka, Harga dari Distributor Tembus Rp 20 Ribu

Nur Cahyono • Senin, 11 Mei 2026 | 17:55 WIB
Pedagang sembako di Pasar Arjowinangun Pacitan mengeluhkan harga MinyaKita yang naik dan pasokan barang yang mulai langka. ASEP SYAEFUL/JAWA POS RADAR PACITAN
Pedagang sembako di Pasar Arjowinangun Pacitan mengeluhkan harga MinyaKita yang naik dan pasokan barang yang mulai langka. ASEP SYAEFUL/JAWA POS RADAR PACITAN

Jawa Pos Radar Pacitan – MinyaKita kembali menjadi pergunjingan di Pacitan.

Minyak goreng bersubsidi tersebut mulai langka di pasaran dan harganya terus merangkak naik setelah Lebaran.

Lasmi, pedagang sembako di Pasar Arjowinangun, mengatakan kondisi harga MinyaKita mulai tidak stabil sejak usai Ramadan.

“Ramadan kemarin stabil, setelah Lebaran harga naik terus sampai sekarang,” katanya, Senin (11/5).

Menurut dia, kenaikan harga dipicu mahalnya harga dari distributor. Selain itu, pasokan barang yang diterima pedagang juga terbatas.

“Dari distributor sudah di atas Rp 20 ribu. Barang yang datang juga sedikit, jadi kami kebagian sedikit,” ujarnya.

Kondisi di lapangan tersebut berbeda dengan data dalam Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) milik pemerintah.

Dalam data resmi tersebut, harga MinyaKita tercatat Rp 15.700 per liter atau masih sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Selisih harga yang cukup jauh membuat pedagang mempertanyakan pembaruan data harga kebutuhan pokok.

“Kami tidak tahu pasti penyebabnya,” ungkap Lasmi.

Selain MinyaKita, sejumlah minyak goreng merek lain juga mengalami kenaikan harga.

Minyak goreng Fortune kemasan bantal dijual sekitar Rp 22 ribu per liter, sedangkan kemasan premium mencapai Rp 23 ribu per liter.

Sementara minyak goreng merek Sanco kini dijual sekitar Rp 24 ribu per liter. (hyo/den)

Editor : Hengky Ristanto
#minyak goreng mahal #pacitan #Pasar Arjowinangun #harga minyak goreng #MinyaKita