Jawa Pos Radar Madiun – Kenaikan harga dexlite menjadi Rp 26 ribu per liter mulai berdampak pada operasional pengangkutan sampah di Kabupaten Pacitan.
Dinas Lingkungan Hidup Pacitan mengakui anggaran bahan bakar armada pengangkut sampah kini semakin tertekan.
Kepala DLH Pacitan Cicik Raudhatul Jannah mengatakan, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi operasional armada kebersihan daerah.
“Membuat anggaran bahan bakar semakin tertekan,” ujarnya, Rabu (123/5).
Meski demikian, Cicik memastikan layanan pengangkutan sampah kepada masyarakat tetap berjalan normal tanpa pengurangan rute.
“Layanan pengangkutan sampah dilayani seperti biasa, tidak dikurangi,” katanya.
Menurut dia, operasional armada saat ini masih mengandalkan anggaran yang sebelumnya telah disusun dan diperkirakan cukup hingga akhir tahun.
Namun, kenaikan harga bahan bakar membuat DLH mulai menyiapkan penyesuaian kebijakan anggaran.
“Kami sudah menyampaikan nota dinas kepada pimpinan,” ujarnya.
Saat ini, DLH Pacitan hanya memiliki satu unit truk amrol yang digunakan untuk mengangkut sampah harian menuju tempat pembuangan akhir (TPA).
Sementara volume sampah yang harus diangkut setiap hari mencapai sekitar 30 hingga 35 ton.
Kondisi tersebut membuat efisiensi operasional menjadi perhatian penting agar pelayanan kebersihan tetap berjalan optimal di tengah tekanan biaya bahan bakar. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto