Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dinkes Pacitan Ingatkan Bahaya Hantavirus saat Musim Hujan, Gejala Mirip Flu

Nur Cahyono • Senin, 18 Mei 2026 | 16:00 WIB
WASPADA PENYAKIT: Dinkes Pacitan mengingatkan masyarakat meningkatkan kebersihan lingkungan guna mencegah penularan Hantavirus dari tikus.
WASPADA PENYAKIT: Dinkes Pacitan mengingatkan masyarakat meningkatkan kebersihan lingkungan guna mencegah penularan Hantavirus dari tikus.

Jawa Pos Radar Pacitan – Ingatan masyarakat terhadap pandemi Covid-19 belum sepenuhnya hilang.

Kini, muncul ancaman penyakit baru yang mulai mendapat perhatian, yakni Hantavirus.

Penyakit zoonosis tersebut ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan Nur Farida mengatakan, Hantavirus disebabkan virus dari kelompok genus Hantavirus dan famili Bunyaviridae.

Penularan terjadi melalui paparan urin, tinja, maupun air liur rodensia yang terinfeksi.

“Penularan paling sering terjadi ketika seseorang menghirup partikel udara yang telah terkontaminasi kotoran atau urin tikus pembawa virus,” ujarnya, Senin (18/5).

Selain melalui udara, penularan juga dimungkinkan melalui luka terbuka pada kulit maupun gigitan tikus.

Namun hingga kini belum ditemukan kasus penularan antarmanusia.

Menurut Farida, semua kelompok usia memiliki risiko terpapar Hantavirus apabila bersentuhan dengan rodensia pembawa virus.

Aktivitas membersihkan gudang, garasi, rumah kosong, lumbung, maupun bangunan lama disebut menjadi salah satu faktor risiko tertinggi.

Terutama saat musim hujan ketika tikus mencari tempat hangat untuk bersarang.

“Aktivitas membersihkan gudang atau bangunan lama menjadi salah satu faktor risiko tertinggi,” katanya.

Gejala awal penyakit tersebut meliputi demam, sakit kepala, nyeri punggung dan perut, menggigil, mual, hingga penglihatan kabur.

Pada beberapa kasus juga muncul mata merah, wajah kemerahan, hingga ruam kulit.

Masa inkubasi umumnya satu sampai dua minggu setelah terpapar, namun pada kondisi tertentu bisa mencapai delapan minggu.

“Segera periksa saat mengalami gejala,” ucap Farida.

Dia mengimbau masyarakat meningkatkan kebersihan lingkungan guna mencegah perkembangan populasi tikus.

Saat membersihkan area yang diduga terkontaminasi kotoran rodensia, warga dianjurkan menggunakan masker dan sarung tangan serta menyemprotkan disinfektan terlebih dahulu.

Selain itu, makanan dan minuman perlu disimpan di tempat tertutup agar tidak mengundang tikus masuk ke rumah.

Lubang-lubang di rumah maupun tempat kerja juga disarankan ditutup untuk mencegah rodensia bersarang.

“Perlu juga menjaga daya tahan tubuh melalui pola makan bergizi, istirahat cukup, serta rutin mencuci tangan menggunakan sabun,” tandasnya. (hyo/den)

Editor : Hengky Ristanto
#gejala hantavirus #penyakit zoonosis #penyakit dari tikus #dinkes pacitan #hantavirus