Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

118 Gempa Guncang Pacitan Selama Mei 2026, BPBD Minta Warga Pahami Mitigasi

Nur Cahyono • Selasa, 26 Mei 2026 | 16:00 WIB
BPBD Pacitan meningkatkan kesiapsiagaan bencana setelah ratusan gempa bumi tercatat terjadi selama Mei 2026. NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN
BPBD Pacitan meningkatkan kesiapsiagaan bencana setelah ratusan gempa bumi tercatat terjadi selama Mei 2026. NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN

Jawa Pos Radar Pacitan – Ratusan gempa bumi mengguncang wilayah Pacitan selama Mei 2026.

Meski sebagian besar berkekuatan kecil hingga sedang, masyarakat diminta tetap waspada karena wilayah selatan Pacitan masuk kawasan rawan gempa dan tsunami.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Yagus Triarso mengatakan, gempa terbaru terjadi Minggu malam (24/5) sekitar pukul 19.48 WIB.

Gempa berkekuatan magnitudo 3,4 tersebut berada di koordinat 10,64 lintang selatan dan 110,41 bujur timur dengan kedalaman 10 kilometer.

“Sekitar 284 kilometer selatan Pacitan dengan kedalaman 10 kilometer,” katanya, Selasa (26/5).

Yagus menjelaskan, sepanjang Mei 2026 tercatat sudah terjadi 118 kali gempa bumi di wilayah tersebut.

Mayoritas gempa berkekuatan ringan hingga sedang dan berasal dari aktivitas zona megathrust di selatan Jawa.

Menurut dia, laut selatan Pacitan merupakan bagian dari zona subduksi aktif akibat tumbukan lempeng Indo-Australia dan Eurasia yang berpotensi memicu gempa besar.

Meski demikian, masyarakat diminta tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.

“Yang terpenting masyarakat memahami langkah mitigasi dan mematuhi rambu-rambu evakuasi yang sudah tersedia,” ujarnya.

BPBD Pacitan juga terus memperkuat upaya mitigasi melalui sosialisasi kesiapsiagaan hingga pelatihan tanggap darurat bagi masyarakat, terutama di wilayah pesisir selatan.

Selain itu, pemerintah telah memasang sirine peringatan dini dan early warning system (EWS) di sejumlah titik rawan untuk meminimalkan risiko saat terjadi gempa maupun tsunami.

“Masyarakat tetap tenang, beraktivitas seperti biasa. Pemerintah sudah menyiapkan sistem deteksi gempa dan tsunami untuk meminimalkan risiko,” pungkasnya. (hyo/den)

Editor : Hengky Ristanto
#mitigasi bencana #bpbd pacitan #Megathrust Jawa #Tsunami #gempa pacitan