Jawa Pos Radar Pacitan – Pembagian daging kurban saat Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah tahun ini diminta tidak lagi menggunakan kantong plastik sekali pakai secara berlebihan.
Pemkab Pacitan mengimbau seluruh panitia penyembelihan hewan kurban menggunakan wadah ramah lingkungan berbahan kearifan lokal saat mendistribusikan daging kepada masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pacitan Cicik Raudlatul Jannah mengatakan, momentum Iduladha menjadi kesempatan membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengurangan sampah plastik.
Menurut dia, perayaan hari besar keagamaan juga bisa menjadi langkah nyata menjaga lingkungan tetap bersih.
“Wadah yang dianjurkan di antaranya besek bambu, daun pisang, daun jati, hingga anyaman bambu yang lebih ramah lingkungan dibanding kantong plastik,” ujarnya kemarin (27/5).
Cicik menambahkan, penggunaan bahan tradisional tidak hanya membantu mengurangi sampah plastik, tetapi juga menghidupkan kembali budaya lokal masyarakat Pacitan.
“Hindari penggunaan plastik sekali pakai. Kurangi sampah, jaga lingkungan tetap bersih,” ungkapnya.
Selain itu, panitia kurban juga diminta menjaga kebersihan lokasi penyembelihan dengan membuang sampah organik pada tempat yang telah disediakan.
DLH berharap pelaksanaan Iduladha tahun ini tidak lagi meninggalkan timbunan sampah plastik seperti tahun-tahun sebelumnya.
Sebab, produksi sampah plastik di Kabupaten Pacitan saat ini mencapai sekitar 30 ton per hari.
Sebagai bentuk kampanye kepedulian lingkungan, masyarakat juga diajak mengunggah dokumentasi pembagian daging kurban tanpa menggunakan plastik sekali pakai.
“Sebagai bentuk kepedulian lingkungan, masyarakat juga diajak mengunggah dokumentasi pembagian daging kurban tanpa sampah plastik,” tandasnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto