Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Usai Didemo Warga, Tanggul Kritis Sungai Lorok Pacitan Mulai Ditangani

Nur Cahyono • Jumat, 29 Mei 2026 | 16:30 WIB
Alat berat mulai diterjunkan untuk melakukan normalisasi Sungai Lorok dan memperkuat tanggul kritis di Dusun Prancak, Desa Cokrokembang, Kecamatan Ngadirojo.
Alat berat mulai diterjunkan untuk melakukan normalisasi Sungai Lorok dan memperkuat tanggul kritis di Dusun Prancak, Desa Cokrokembang, Kecamatan Ngadirojo.

Jawa Pos Radar Pacitan – Tanggul kritis di Dusun Prancak, Desa Cokrokembang, Kecamatan Ngadirojo, akhirnya mulai mendapat penanganan.

Langkah tersebut dilakukan setelah warga setempat sempat menggelar aksi demonstrasi menuntut perbaikan tebing Sungai Lorok yang terus mengalami erosi akibat derasnya arus sungai.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pacitan Tri Ascaryo mengatakan, penanganan darurat dilakukan berdasarkan hasil survei lapangan yang dilakukan tim Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo pada 12 Mei lalu.

"Dari hasil survei, kondisi tebing sungai dinilai kritis sehingga perlu segera dilakukan penanganan," ujarnya, Jumat (29/5).

Menurut Trias, hasil kajian lapangan merekomendasikan dua langkah utama, yakni normalisasi aliran Sungai Lorok dan penguatan tebing menggunakan sandbag guna mengurangi dampak gerusan arus yang terus mengikis bantaran sungai.

Sebagai tindak lanjut, alat berat mulai didatangkan ke lokasi pada 20 Mei.

Kemudian pada 21 Mei, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, BBWS Bengawan Solo, serta anggota DPRD dari daerah pemilihan Ngadirojo-Sudimoro menggelar rapat koordinasi untuk menyusun langkah teknis penanganan.

Pekerjaan lapangan akhirnya mulai dilaksanakan pada 22 Mei dengan fokus pada titik-titik yang dinilai paling rawan mengalami longsor dan kerusakan lebih lanjut.

Trias menegaskan, penanganan darurat ini dilakukan untuk mencegah kerusakan tanggul semakin meluas sekaligus mengantisipasi ancaman terhadap permukiman warga yang berada di sekitar bantaran Sungai Lorok.

Meski pekerjaan sudah berjalan, pemerintah belum dapat memastikan besaran anggaran maupun target waktu penyelesaian proyek tersebut.

Saat ini pembahasan masih dilakukan oleh tim teknis yang menangani pekerjaan di lapangan.

"Belum ada informasi terkait jangka waktu penanganan maupun estimasi anggaran karena pembahasannya masih dilakukan tim teknis di lapangan," tandasnya. (hyo/her)

Editor : Hengky Ristanto
#tanggul kritis #pacitan #BBWS Bengawan Solo #ngadirojo #Sungai Lorok