Jawa Pos Radar Madiun – Dunia modeling membawa banyak pengalaman bagi Nada Salma Fadhilah.
Berawal dari lomba fashion show saat masih duduk di taman kanak-kanak, perempuan asal Pacitan itu kini aktif sebagai model sekaligus mulai merintis bisnis di industri pernikahan.
Perempuan 23 tahun yang akrab disapa Salma tersebut mengaku pertama kali mengenal dunia modeling ketika dipercaya mewakili sekolah dalam lomba fashion show antar-TK se-Kabupaten Pacitan.
Dari ajang itulah bakat dan ketertarikannya terhadap dunia fashion mulai terlihat.
Salma kemudian mengikuti sekolah modeling untuk mengasah kemampuan sejak usia dini.
"Awalnya hanya coba-coba. Dulu saya termasuk anak yang pemalu dan kurang percaya diri," ujarnya, Minggu (31/5).
Perjalanan di dunia modeling tidak selalu berjalan mulus. Aktivitas tersebut sempat terhenti saat dirinya mengenyam pendidikan sekolah dasar.
Namun, semangatnya kembali tumbuh ketika memasuki bangku SMP.
Saat itu, Salma aktif mengikuti berbagai ajang pemilihan duta, mulai dari Duta Genre, Duta Pariwisata, Duta Batik, hingga Duta Lalu Lintas.
Berbagai pengalaman tersebut semakin memperluas wawasan dan meningkatkan rasa percaya dirinya untuk tampil di depan publik.
Dalam dua tahun terakhir, alumnus SMAN 1 Pacitan itu lebih banyak terlibat dalam berbagai kegiatan fashion show dan promosi produk.
Tak hanya menjadi model, Salma juga beberapa kali dipercaya untuk mendukung portofolio make up artist (MUA), menjadi talent promosi, hingga pernah tampil sebagai presenter di televisi lokal.
Menurut warga Ngampel, Kelurahan Ploso, Pacitan, dunia modeling memberikan banyak manfaat, terutama dalam membangun relasi dan memperluas jaringan pertemanan.
Selain itu, setiap sesi pemotretan selalu menjadi pengalaman baru karena menuntut kemampuan beradaptasi dengan berbagai konsep yang berbeda.
"Setiap pemotretan selalu menghadirkan konsep yang berbeda," katanya.
Kini, Salma tidak hanya fokus pada dunia modeling.
Ia mulai mengembangkan usaha di bidang industri pernikahan dengan merintis layanan wedding content creator (WCC).
Bisnis tersebut dipilih karena melihat tingginya kebutuhan dokumentasi digital dalam setiap acara pernikahan.
Ke depan, Salma juga berencana memperluas usahanya ke bidang wedding sinematografi dan keepsake wedding yang dinilai memiliki prospek menjanjikan di tengah berkembangnya industri kreatif.
Putri pasangan Mochammad Zaenuri dan Anik Suprobowati itu berharap anak-anak muda berani mengeksplorasi kemampuan diri dan tidak takut mencoba berbagai peluang baru.
"Jangan takut mencoba hal baru karena dari situ kita bisa menemukan passion yang sebenarnya," tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto