Jawa Pos Radar Pacitan – Selter UMKM di kawasan wisata Pantai Pancer Door kembali menjadi sorotan.
Bangunan yang sempat direnovasi menggunakan anggaran ratusan juta rupiah itu kini justru terbengkalai setelah ditinggalkan para pedagang yang berpindah ke Plaza Kuliner di sisi selatan kawasan pantai.
Pantauan di lokasi, kemarin (2/6), menunjukkan sebagian besar selter dalam kondisi kosong.
Beberapa bangunan tampak kurang terawat, bahkan sampah terlihat berserakan di sejumlah titik.
Kondisi tersebut terjadi hampir setahun setelah para pelaku usaha meninggalkan lokasi yang sebelumnya diproyeksikan menjadi pusat aktivitas UMKM di kawasan wisata andalan Kabupaten Pacitan tersebut.
Kabid Pengembangan Pariwisata Disparbudpora Pacitan Erwanto mengatakan, pihaknya telah melakukan perbaikan terhadap fasilitas tersebut pada tahun lalu.
Saat ini, pemerintah daerah tengah menyiapkan skema agar bangunan kembali produktif dan tidak menjadi aset yang terbengkalai.
“Untuk rekan-rekan ekonomi kreatif, tahun kemarin sudah kami perbaiki. Sudah saya sampaikan kepada bidang ekraf untuk pemanfaatannya,” ujarnya.
Menurut Erwanto, sejumlah alternatif tengah dikaji.
Salah satunya memindahkan pedagang yang saat ini berjualan di kawasan sisi barat maupun selatan pintu masuk Pantai Pancer Door ke area selter yang kosong.
Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat karena memerlukan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Pasalnya, lokasi para pedagang saat ini berada di bawah kewenangan instansi yang berbeda.
“Pedagang di sisi barat menjadi kewenangan BKD (Badan Keuangan Daerah), dan sisi selatan kewenangan Disparbudpora, di pintu masuk loket Pancer,” jelasnya.
Dia menegaskan, pemanfaatan kembali selter UMKM menjadi salah satu prioritas agar aset yang telah dibangun menggunakan anggaran daerah tidak sia-sia.
Selain mendukung aktivitas ekonomi pelaku UMKM, keberadaan selter yang aktif juga dinilai dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus memperkuat daya tarik kawasan Pantai Pancer Door.
“Kami sedang pikirkan pemanfaatannya,” tandasnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto