Jawa Pos Radar Pacitan – Suasana haru dan syukur mewarnai kepulangan jemaah haji asal Pacitan, Sabtu sore (6/6).
Sebanyak 246 jemaah yang tergabung dalam Kloter 25 tiba kembali di Pendapa Kabupaten Pacitan setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Namun, kepulangan rombongan belum berlangsung sepenuhnya lengkap.
Seorang jemaah asal Kelurahan Baleharjo, Sri Rahayu, masih harus menjalani perawatan di rumah sakit di Makkah karena kondisi kesehatannya menurun menjelang jadwal kepulangan.
Petugas haji Abdullah Sajad mengatakan secara umum kondisi jemaah selama menjalankan ibadah haji relatif baik.
Mayoritas mampu menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah meski harus menghadapi cuaca panas dan aktivitas yang cukup menguras tenaga.
“Alhamdulillah relatif sehat semuanya. Setelah sembilan hari di Madinah lalu lebih 30 hari di Makkah, kondisi jamaah cukup baik. Hanya menjelang kepulangan ada satu jemaah yang sangat kelelahan sehingga harus dirawat di rumah sakit,” katanya.
Menurut Abdullah, pemerintah tetap memberikan pendampingan penuh kepada jemaah yang masih menjalani perawatan.
Seluruh kebutuhan pelayanan dan fasilitas selama proses pemulihan tetap menjadi tanggung jawab petugas haji.
Ia menjelaskan, apabila kondisi Sri Rahayu telah membaik dan dinyatakan layak terbang, yang bersangkutan akan dipulangkan ke Indonesia bersama kelompok terbang berikutnya.
“Kalau sudah sembuh nanti akan digabung dengan kloter lain untuk dipulangkan ke Indonesia. Selama perawatan tetap ditangani dan difasilitasi pemerintah,” ujarnya.
Selain satu jemaah yang masih dirawat, terdapat sejumlah jemaah yang sempat mendapatkan penanganan kesehatan selama perjalanan pulang.
Sebagian besar merupakan jemaah lanjut usia yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Meski demikian, seluruh jemaah tersebut berhasil menyelesaikan perjalanan dan tiba di Pacitan dalam kondisi selamat.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji yang hadir langsung dalam penyambutan menyampaikan rasa syukur atas kepulangan para tamu Allah tersebut.
Ia berharap seluruh jemaah dapat membawa nilai-nilai kebaikan setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Semoga menjadi haji mabrur, dapat menjadi panutan dan menjadi suri tauladan sepulangnya nanti,” katanya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto