Jawa Pos Radar Pacitan – Upaya Pemerintah Kabupaten Pacitan menata kawasan permukiman kembali menuai apresiasi.
Kabupaten Pacitan meraih penghargaan Program Penanganan Kawasan Kumuh Terpadu dan Terintegrasi Terbaik dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Penghargaan tersebut diberikan setelah Pacitan dinilai berhasil menekan luasan kawasan kumuh melalui berbagai program lintas sektor yang dijalankan secara berkelanjutan.
Penghargaan diterima Bupati Pacitan sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan daerah dalam mengintegrasikan program penanganan kawasan kumuh melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Pacitan Heru Tunggul Widodo mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa strategi penanganan kawasan kumuh yang dijalankan selama ini berjalan sesuai target.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penanganan kawasan kumuh secara komprehensif sehingga terwujud lingkungan permukiman yang layak huni, sehat, aman, dan berkelanjutan,” ujarnya, kemarin (10/6).
Tangani 67 Hektare Kawasan Kumuh
Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Pacitan Nomor 188.45/876/KPTS/408.12/2020, kawasan kumuh di Kabupaten Pacitan memiliki luas sekitar 67 hektare.
Wilayah tersebut tersebar di empat lokasi, yakni Kelurahan Ploso, Desa Sumberharjo, Desa Tanjungsari, dan Desa Bangunsari.
Untuk mengurangi luasan kawasan kumuh tersebut, Pemkab Pacitan menjalankan berbagai program strategis yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Program yang dilaksanakan meliputi penanganan rumah tidak layak huni (RTLH), peningkatan kualitas jalan lingkungan, dan pembangunan drainase permukiman.
Kemudian, penyediaan akses air minum, pengelolaan air limbah domestik, penguatan sistem persampahan, serta penyediaan sarana proteksi kebakaran.
Menurut Heru, pelaksanaan program dilakukan secara bertahap dan terukur sehingga mampu menghasilkan perubahan nyata pada kualitas lingkungan permukiman warga.
Sejumlah kawasan yang sebelumnya masuk kategori kumuh kini mengalami peningkatan kualitas infrastruktur dan lingkungan hingga mendekati kondisi tuntas.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam meningkatkan kualitas lingkungan permukiman masyarakat,” tegasnya. (uci/her/*)
Editor : Hengky Ristanto