Jawa Pos Radar Pacitan – Pemkab Pacitan melakukan normalisasi besar-besaran pada sejumlah saluran drainase di kawasan perkotaan.
Hasilnya, sekitar 100 dump truck sedimen dan lumpur berhasil diangkat dari dasar saluran yang selama ini mengalami pendangkalan.
Kabid Penyehatan Lingkungan dan Air Minum Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pacitan Tonny Setyo Nugroho mengatakan pengerukan dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan rutin untuk menjaga fungsi drainase tetap optimal.
“Sedimen yang berhasil diangkat sekitar 100 dump truck,” ujarnya, kemarin (11/6).
Menurut Tonny, pengerukan dilakukan di sejumlah titik yang menjadi jalur utama aliran air kawasan perkotaan.
Di antaranya Kali Sumberharjo, Kali Kunir, saluran Buk Muso Pulosari, hingga saluran Cuwik di Jalan WR Supratman.
Proses normalisasi dilakukan menggunakan alat berat agar pengangkatan endapan lumpur dan material lainnya dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.
“Menggunakan alat berat untuk mempercepat proses pengangkatan endapan lumpur dan material lainnya yang mengurangi kapasitas saluran,” terangnya.
Tonny menjelaskan, sedimentasi yang terus menumpuk selama bertahun-tahun menyebabkan kapasitas saluran menyusut.
Akibatnya, aliran air hujan tidak dapat mengalir secara maksimal dan berpotensi memicu genangan hingga banjir saat curah hujan tinggi.
Karena itu, normalisasi drainase menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan daya tampung saluran sekaligus memperlancar aliran air menuju hilir.
Sedimen hasil pengerukan tidak dibuang begitu saja.
Material tersebut dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan pembangunan dan penimbunan lahan milik pemerintah daerah.
“Salah satunya digunakan untuk penimbunan akses jalan menuju TPS3R Sidoharjo,” katanya.
DPUPR berharap upaya normalisasi yang dilakukan dapat mengurangi potensi banjir dan genangan yang selama ini kerap muncul di sejumlah kawasan perkotaan saat musim penghujan.
“Dengan pengerukan tersebut, DPUPR berharap risiko genangan maupun banjir yang kerap terjadi di sejumlah titik kota dapat diminimalkan,” pungkasnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto