Jawa Pos Radar Pacitan – Dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Pacitan menghentikan operasionalnya di tengah meningkatnya kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) masyarakat.
Penutupan sementara tersebut terjadi di SPBU Bangunsari dan SPBU Ngadirojo.
Kondisi itu memicu bertambahnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU lain yang masih beroperasi.
Terlebih, setelah penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter, sebagian masyarakat mulai beralih menggunakan BBM bersubsidi.
Kepala Bidang Perdagangan dan Kemetrologian Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Pacitan Sukanto menegaskan penghentian operasional kedua SPBU tersebut bukan disebabkan gangguan distribusi dari Pertamina.
“SPBU Bangunsari tidak memiliki modal untuk kulakan BBM. Kondisi yang sama juga terjadi di SPBU Ngadirojo,” ujarnya, Jumat (12/6).
Menurut Sukanto, persoalan utama yang dihadapi pengelola adalah keterbatasan modal untuk membeli pasokan BBM.
Karena itu, operasional SPBU terpaksa dihentikan sementara hingga kondisi keuangan memungkinkan untuk kembali melakukan pengadaan stok.
Meski dua SPBU tidak beroperasi, pemerintah memastikan pasokan BBM di Kabupaten Pacitan secara keseluruhan masih aman.
Bahkan, terdapat tambahan kuota yang diberikan guna mengantisipasi peningkatan konsumsi masyarakat pasca-penyesuaian harga Pertamax.
“Yang jelas ada penambahan kuota. Untuk pasokan tetap aman, tidak ada kendala,” katanya.
Namun demikian, dampak penutupan dua SPBU mulai dirasakan masyarakat.
Sejumlah SPBU yang masih beroperasi mengalami peningkatan jumlah kendaraan yang mengisi bahan bakar.
SPBU Ploso dan SPBU Mentoro menjadi dua lokasi yang paling terdampak karena menjadi tujuan utama masyarakat yang sebelumnya biasa mengisi BBM di Bangunsari maupun Ngadirojo.
Peningkatan antrean terlihat baik pada kendaraan roda dua maupun roda empat, terutama pada jam-jam sibuk.
Masyarakat terpaksa mencari alternatif lokasi pengisian bahan bakar dengan jarak yang lebih jauh dibanding biasanya.
Di sisi lain, Disdagnaker Pacitan terus memantau perkembangan distribusi dan ketersediaan BBM di lapangan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi meski terdapat dua SPBU yang belum beroperasi. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto