Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

8 Ternak Mati Misterius di Pacitan, DPRD Desak Penyebab Segera Diungkap

Nur Cahyono • Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:26 WIB
ANTISIPASI PENYAKIT: Petugas melakukan vaksinasi hewan ternak di Pacitan. DOK RADAR PACITAN
ANTISIPASI PENYAKIT: Petugas melakukan vaksinasi hewan ternak di Pacitan. DOK RADAR PACITAN

Jawa Pos Radar Madiun - Kematian misterius delapan ekor ternak di Desa Pelem, Kecamatan Pringkuku, mulai menjadi perhatian serius DPRD Pacitan.

Dewan mendesak pemerintah daerah bergerak cepat mengungkap penyebab kematian sekaligus memperkuat sistem deteksi dini penyakit hewan untuk mencegah kasus serupa meluas.

Hingga kini, penyebab kematian lima ekor sapi dan tiga ekor kambing tersebut masih belum diketahui secara pasti.

Ketua Komisi II DPRD Pacitan Rudi Handoko mengatakan pengawasan kesehatan hewan tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).

Menurut dia, dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak mulai pemerintah desa hingga peternak.

“Deteksi penyakit ternak itu sangat penting. Harus ada sinergi antara DKPP, pemerintah desa, dan peternak,” ujarnya Sabtu (13/6).

Rudi menilai edukasi kepada peternak perlu terus diperkuat karena masih banyak masyarakat yang belum memahami penanganan kesehatan ternak secara tepat, terutama saat muncul gejala penyakit menular.

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta segera memetakan wilayah yang berpotensi menjadi kantong penyebaran penyakit hewan agar langkah pencegahan dapat dilakukan lebih cepat.

“Daerah-daerah yang rawan harus dipetakan. Upaya mitigasi dan pencegahan itu penting agar kasus serupa bisa diantisipasi sejak awal,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, delapan ternak di Desa Pelem mati dalam waktu berdekatan.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan peternak karena penyebabnya belum teridentifikasi.

Petugas belum dapat memastikan apakah kematian dipicu penyakit mulut dan kuku (PMK), antraks, atau penyakit zoonosis lainnya yang berpotensi menular.

Untuk mengungkap penyebab pasti, sampel dari ternak yang mati telah dikirim ke Balai Besar Veteriner Wates, Yogyakarta, guna menjalani pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.

Hasil pengujian tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan dan pencegahan berikutnya.

Rudi berharap proses pemeriksaan dapat segera selesai sehingga pemerintah daerah memiliki kepastian untuk mengambil tindakan yang tepat.

“DKPP harus segera follow up hasilnya agar penanganan yang tepat bisa dilakukan,” tandasnya. (hyo/her)

Editor : Hengky Ristanto
#kematian ternak pacitan #Desa Pelem Pringkuku #Balai Veteriner Wates #penyakit hewan ternak #DPRD Pacitan