Jawa Pos Radar Pacitan – Suara alarm kedaruratan memecah suasana di lingkungan RSUD dr. Darsono Pacitan, Kamis (18/6) sore.
Petugas bergerak cepat mengevakuasi pasien menuju titik kumpul yang telah ditentukan.
Namun, kondisi tersebut bukan bagian dari bencana yang sebenarnya.
Evakuasi dilakukan dalam rangka simulasi tanggap darurat gempa bumi dan tsunami untuk menguji kesiapsiagaan rumah sakit menghadapi situasi darurat.
Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Darsono, Netty Nurnaningtyas, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan seluruh karyawan rumah sakit, baik yang mengikuti secara langsung maupun daring.
“Puncaknya simulasi penanggulangan bencana dan respons tanggap darurat terhadap gempa bumi,” ujarnya.
Menurut Netty, kesiapsiagaan seluruh personel menjadi faktor penting dalam menghadapi ancaman bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi, terutama mengingat Pacitan termasuk wilayah yang memiliki potensi gempa bumi dan tsunami.
Karena itu, simulasi dilakukan untuk mengukur kemampuan petugas dalam menjalankan prosedur evakuasi sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang mungkin muncul saat kondisi darurat terjadi.
“Outcome-nya tentu melihat apa yang masih kurang dan apa yang perlu diperbaiki ke depan,” katanya.
Dalam simulasi tersebut, tantangan terbesar berada pada proses evakuasi pasien kategori rentan, terutama yang menjalani perawatan di lantai atas gedung rumah sakit.
Pasien anak, pasien stroke, pasien ICU, hingga pasien dengan keterbatasan mobilitas membutuhkan bantuan petugas dan peralatan khusus untuk dipindahkan ke lokasi yang aman.
“Apalagi menggunakan ruang perawatan tiga lantai. Di lantai dua ada pasien anak-anak, kemudian pasien ICU, stroke, dan lainnya. Mereka tidak bisa menyelamatkan diri,” jelasnya.
Setelah pelaksanaan simulasi, manajemen rumah sakit akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh prosedur penanganan bencana.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan sistem kesiapsiagaan sekaligus meningkatkan efektivitas penanganan jika sewaktu-waktu terjadi bencana nyata.
RSUD dr. Darsono juga berkomitmen melaksanakan simulasi serupa secara berkala dengan skenario dan lokasi yang berbeda agar seluruh personel semakin siap menghadapi kondisi darurat.
“Kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala dengan lokasi yang berbeda di lingkungan RSUD,” pungkasnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto