Jawa Pos Radar Pacitan – Libur sekolah semester genap yang dimulai besok (22/6) berdampak pada penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pacitan.
Layanan distribusi makanan dihentikan hingga masa libur sekolah berakhir dan peserta didik kembali masuk pada 13 Juli 2026 mendatang.
Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pacitan, Listiana Asworo, mengatakan kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 12 Tahun 2026.
“Dihentikan sementara, sesuai SE Kepala BGN 12/2026,” ujarnya, Minggu (21/6).
Menurut Listiana, penghentian layanan tidak hanya berlaku bagi peserta didik, tetapi juga seluruh kelompok penerima manfaat lainnya yang selama ini menjadi sasaran program MBG.
“Kebijakan juga berlaku pada libur nasional, libur keagamaan, libur khusus yang ditetapkan pemerintah daerah, termasuk libur Sabtu dan Minggu,” ungkapnya.
Meski distribusi makanan dihentikan sementara, aktivitas operasional di lingkungan SPPG tidak sepenuhnya berhenti.
Petugas keamanan tetap diwajibkan berjaga selama 24 jam secara bergantian untuk menjaga keamanan fasilitas selama masa libur.
Selain itu, seluruh sarana dan prasarana SPPG tidak diperbolehkan digunakan untuk kepentingan lain selama layanan MBG dihentikan.
BGN menegaskan pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenai sanksi sesuai aturan yang berlaku.
“Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenai sanksi tegas,” katanya.
Dalam surat edaran tersebut juga diatur bahwa biaya operasional tertentu tetap dapat digunakan selama masa penghentian layanan.
Di antaranya untuk kebutuhan listrik, air, internet, serta insentif petugas keamanan yang dibayarkan berdasarkan kebutuhan riil.
Sementara itu, kepala SPPG, tenaga gizi, dan pengawas keuangan tetap diwajibkan masuk kerja guna memastikan seluruh fasilitas tetap dalam kondisi aman, bersih, dan tertib selama masa libur sekolah.
Dengan penghentian sementara tersebut, program MBG di Pacitan baru akan kembali berjalan setelah kegiatan belajar mengajar di sekolah kembali dimulai pada pertengahan Juli mendatang. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto