Jawa Pos Radar Pacitan – Keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik yang terjadi berulang dalam beberapa hari terakhir mulai memantik reaksi dari kalangan mahasiswa.
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pacitan berencana menggelar aksi demonstrasi di kantor PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pacitan pada Selasa (23/6).
Aksi tersebut disebut sebagai bentuk protes terhadap pelayanan kelistrikan yang dinilai semakin banyak dikeluhkan masyarakat akibat seringnya listrik padam atau byarpet.
Ketua PMII Pacitan Sunardi mengatakan, pemadaman listrik yang berulang tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak terhadap sektor ekonomi dan usaha masyarakat.
"Banyak masyarakat mengeluh karena listrik sering padam. Ini bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak pada pelaku usaha dan sektor lainnya," kata Sunardi, kemarin (21/6).
Menurut dia, masyarakat sebagai pelanggan berhak memperoleh layanan kelistrikan yang optimal.
Karena itu, PMII meminta PLN memberikan penjelasan sekaligus bentuk pertanggungjawaban atas gangguan yang terjadi.
Sunardi menilai kerugian yang ditimbulkan tidak hanya bersifat materiil, tetapi juga nonmateriil karena mengganggu berbagai aktivitas masyarakat yang bergantung pada pasokan listrik.
"Jangan hanya masyarakat yang diminta memahami kondisi, PLN juga harus memikirkan kompensasi bagi pelanggan yang dirugikan akibat listrik sering padam," tegasnya.
Dia menambahkan, dampak gangguan listrik dirasakan berbagai kalangan.
Mulai pelaku usaha kecil hingga peternak ayam yang membutuhkan pasokan listrik stabil untuk menjaga kondisi kandang dan ternak.
PMII juga membuka kemungkinan mendorong masyarakat untuk menuntut pertanggungjawaban apabila terjadi kerusakan peralatan elektronik akibat gangguan listrik yang berulang.
Menurut Sunardi, hak konsumen terkait kerugian akibat layanan publik telah diatur dalam ketentuan perlindungan konsumen.
"Ada aturan perlindungan konsumen. Kalau ada kerusakan alat elektronik akibat listrik byarpet, masyarakat berhak meminta pertanggungjawaban," ungkapnya.
Sementara itu, Manajer PLN ULP Pacitan Herdina Tri Handayani menjelaskan bahwa pemadaman yang terjadi belakangan ini dipicu adanya kendala teknis pada sistem pembangkitan yang memasok jaringan interkoneksi.
Untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan dan mencegah gangguan yang lebih luas, PLN terpaksa menerapkan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah.
"Agar gangguan tidak meluas," kata Herdina. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto