Jawa Pos Radar Pacitan – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Pacitan terus dipercepat agar dapat digunakan pada tahun ajaran 2026/2027.
Pemerintah pusat meminta seluruh pekerjaan fisik segera dituntaskan sebelum masa kontrak berakhir.
Percepatan pembangunan dilakukan seiring tingginya kebutuhan terhadap program pendidikan berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pacitan Heri Setijono mengatakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memberikan perhatian khusus terhadap progres pembangunan Sekolah Rakyat di daerah.
"Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meminta pekerjaan diselesaikan sebelum waktu kontrak berakhir," kata Heri, Senin (22/6).
Menurut dia, progres pembangunan sebelumnya berada pada angka sekitar 83 persen.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan capaian pekerjaan fisik sudah melampaui angka tersebut.
Meski kontrak pembangunan masih berlangsung hingga Agustus mendatang, Pemkab Pacitan berharap fasilitas pendidikan itu dapat digunakan lebih cepat sehingga siap menyambut peserta didik baru pada awal tahun ajaran.
"Kalau Juli awal selesai, sebenarnya sudah bagus karena kontraknya sampai Agustus. Tapi kalau bisa lebih cepat tentu lebih baik," ujarnya.
Heri mengungkapkan, salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan Sekolah Rakyat berada pada proses penataan lahan.
Pekerjaan pemerataan dan pengurukan tanah membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan tahapan konstruksi lainnya karena harus menyesuaikan kondisi kontur lokasi pembangunan.
"Yang agak sulit itu pemerataan lahannya, nguruk tanahnya," jelasnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto