Jawa Pos Radar Madiun - Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan memperkuat pendidikan karakter melalui program Sekolah Sak Ngajine (SSN).
Program ini mengintegrasikan pembelajaran Madrasah Diniyah (Madin) ke dalam kegiatan belajar di sekolah formal,
sebagai upaya membentengi pelajar dari pengaruh negatif era digital.
Kepala Dindik Pacitan Khemal Pandu Pratikna mengatakan, SSN menyasar seluruh siswa SMP negeri dan swasta di Kabupaten Pacitan.
Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus membentuk karakter generasi muda.
Baca Juga: Tri Sinergi Cabdindik Jatim Wilayah Pacitan Sukses Bentuk Karakter dan Prestasi Pelajar
’’Target utamanya meningkatkan partisipasi siswa dalam pendidikan agama secara terstruktur di sekolah,’’ ujarnya.
Program ini diterapkan di 72 SMP dengan melibatkan sekitar 13.980 siswa dan didukung 347 ustaz-ustazah.
Materi yang diajarkan meliputi baca tulis Alquran (BTQ) hingga fikih dasar, dengan jadwal yang disesuaikan kondisi masing-masing sekolah.
Dindik juga menyusun kurikulum muatan lokal keagamaan At-Tajribat serta menyiapkan dukungan pembiayaan melalui dana BOS dan BOS Daerah Provinsi Jawa Timur.
Atas keberhasilannya menginisiasi program yang memperkuat pendidikan karakter berbasis keagamaan bagi belasan ribu pelajar,
Khemal Pandu Pratikna menerima penghargaan Special Achievement dalam Radar Madiun Education Awards 2026. (hyo/ser/naz)
Editor : Tim Magang Radar Madiun