Jawa Pos Radar Madiun - Mengembalikan kejayaan sebuah institusi pendidikan yang sempat meredup bukanlah perkara mudah.
Dibutuhkan evaluasi yang radikal, strategi pembinaan yang presisi, serta komitmen jangka panjang untuk memutar kembali roda prestasi agar mampu bersaing di panggung tertinggi nasional.
Lompatan besar itulah yang dibuktikan oleh SMKN 1 Pacitan. Mengawali langkah transformasinya sejak pertengahan tahun 2021, manajemen sekolah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap menurunnya tradisi juara nasional yang sempat merenggang pasca periode emas 2005–2009.
Menjawab tantangan berat tersebut, Kepala SMKN 1 Pacitan, Joko Supriyadi, mengambil langkah taktis dengan melakukan pemetaan ulang potensi SDM serta memperkokoh fondasi pembinaan prestasi.
"Kami mengumpulkan kembali guru-guru pembina berpengalaman yang memiliki rekam jejak mengantarkan siswa ke podium nasional. Kami perkuat program pelatihan harian serta menghadirkan narasumber ahli dari tingkat pusat," urai Kepala SMKN 1 Pacitan, Joko Supriyadi.
Formula inovasi pengajaran ini diwujudkan melalui sistem deteksi bakat yang ketat sejak dini, program karantina pelatihan intensif berbasis kebutuhan standar industri terkini, serta jaminan dukungan pembiayaan penuh dari anggaran sekolah.
Hasil dari manajemen asrama prestasi ini langsung terbukti instan di lapangan. Pada tahun 2022, Saddam Abidin sukses membuka keran medali dengan meraih Juara 1 LKS Cabinet Making tingkat nasional.
Estafet emas tersebut dijaga kokoh pada tahun 2023 oleh Evan Hadi Kusuma yang kembali bertengger sebagai Juara 1 LKS tingkat nasional, lalu disusul oleh dominasi Yulian Pramudika yang meraih Juara 1 LKS tingkat nasional tahun 2024.
Tradisi podium Cabinet Making ini terus mengakar hingga tingkat regional lewat torehan Danys Gusty Ristanto (Juara 1 Provinsi Jawa Timur 2025) dan WN Hasbi As Shidqie (Juara 3 Provinsi Jawa Timur 2026).
Ketangguhan model blended training SMKN 1 Pacitan juga melebar ke bidang keahlian lain. Pada sektor Textile, sekolah ini konsisten menempatkan wakilnya di jajaran elite Jawa Timur melalui raihan Juara 2 tingkat provinsi tiga tahun berturut-turut oleh Tria Dara (2024), Melysa Anggraini (2025), dan Septi Amelia (2026).
Bahkan, ketajaman literasi siswa turut teruji lewat raihan Juara 1 Nasional bidang Jurnalistik dalam Festival Literasi Perpustakaan Nasional.
Atas keberhasilan merancang metode pembelajaran berbasis proyek kompetisi yang terstruktur, kompetitif, dan adaptif terhadap iklim industri global ini, SMKN 1 Pacitan dianugerahi penghargaan Innovative Learning dalam ajang Radar Madiun Education Awards 2026.
Bagi Joko Supriyadi, apresiasi ini merupakan momentum berharga untuk memasang target yang lebih ekspansif.
"Penghargaan ini menjadi bahan bakar motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus mengibarkan bendera prestasi SMKN 1 Pacitan, tidak hanya di level nasional, melainkan melangkah menuju kompetisi tingkat internasional," pungkasnya. (uci/*/naz)
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun