Jawa Pos Radar Madiun – SMKN 2 Donorojo menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Sekolah ini sukses mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis Teaching Factory (TeFa).
Terobosan itu membekali siswa dengan keterampilan teknis sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini.
Salah satu program unggulan yang menjadi ikon adalah KAS DUADO (Kompetensi Alternatif Siswa DUADO).
Siswa dilibatkan langsung dalam pengelolaan Barbershop DUADO dan Cafetaria DUADO. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman bisnis yang komprehensif.
Mulai dari pelayanan pelanggan, pemasaran, hingga pengelolaan keuangan.
Kepala SMKN 2 Donorojo, Endang Agustini mengatakan, sekolah harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang nyata.
Baca Juga: Tanamkan Jargon 'Pulang Bawa Piala', SMPN 5 Madiun Rajai Podium Olahraga dan Seni
Anak-anak tidak cukup hanya menguasai keterampilan. ‘’Tapi juga harus memiliki keberanian berwirausaha dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman,’’ ujarnya.
Keberhasilan pembinaan terlihat dari produk unggulan TeFa yang dipasarkan melalui strategi digital marketing dan kolaborasi dengan sejumlah pusat oleh-oleh.
Hal ini membuktikan bahwa karya peserta didik SMKN 2 Donorojo memiliki kualitas dan daya saing yang diakui pasar.
Budaya wirausaha diperkuat dengan hadirnya DUADO Mart sebagai laboratorium bisnis ritel.
Selain itu, Bank Mini Sekolah hasil kerja sama dengan Bank Jatim sebagai sarana pembelajaran literasi dan layanan keuangan modern bagi siswa.
Baca Juga: SMAN 1 Magetan Buat Platform SELEA Bina Ekosistem Puluhan Ekstrakurikuler hingga Dulang Prestasi
Ekosistem pembelajaran yang terintegrasi mencetak generasi muda mandiri, inovatif, dan berjiwa entrepreneur.
Kepemimpinan visioner Endang mampu menjawab tantangan pendidikan vokasi. ‘’Meluluskan tenaga kerja kompeten yang siap menciptakan lapangan pekerjaan,’’ tuturnya. (uci/cor/*)
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun