Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Nilai TKA Siswa SD -SMP Pacitan di Bawah Rata-rata Jatim, Dindik Lakukan Evaluasi Total

Nur Cahyono • Kamis, 2 Juli 2026 | 14:00 WIB
Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah nilai Tes Kompetensi Akademik (TKA) siswa SD dan SMP masih berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur. DOK RADAR PACITAN
Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah nilai Tes Kompetensi Akademik (TKA) siswa SD dan SMP masih berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur. DOK RADAR PACITAN

Jawa Pos Radar Madiun – Hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Pacitan.

Nilai rata-rata siswa jenjang SD maupun SMP masih berada di bawah capaian rata-rata Provinsi Jawa Timur sehingga mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembelajaran.

Berdasarkan data Dindik Pacitan, nilai rata-rata Matematika siswa SD tercatat 45,97, sedangkan siswa SMP memperoleh 41,05.

Angka tersebut masih berada di bawah rata-rata Jawa Timur yang masing-masing mencapai 47,62 untuk SD dan 42,26 untuk SMP.

Kondisi serupa juga terjadi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Nilai rata-rata siswa SD di Pacitan mencapai 63,20, sedangkan SMP 64,23.

Sementara itu, rata-rata Provinsi Jawa Timur berada di angka 63,54 untuk SD dan 65,36 untuk SMP.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan Khemal Pandu Pratikna mengatakan, hasil tersebut sengaja disampaikan secara terbuka sebagai bahan evaluasi bersama.

Menurutnya, perbaikan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

"Jangan bicara jauh membandingkan dengan Yogyakarta, dengan Jawa Timur saja kita masih di bawah rata-rata," ujarnya, Kamis (2/7).

Dalam proses evaluasi, Dindik akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari organisasi profesi guru, Dewan Pendidikan, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), hingga satuan pendidikan.

Khemal menegaskan peningkatan kualitas pendidikan juga membutuhkan dukungan keluarga dan masyarakat karena waktu belajar siswa lebih banyak berlangsung di luar lingkungan sekolah.

"Pendidikan itu tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah atau sekolah, tetapi juga keluarga dan masyarakat," katanya.

Ia juga menepis anggapan bahwa rendahnya capaian TKA disebabkan oleh penerapan Kurikulum Merdeka.

Menurutnya, kurikulum tersebut diterapkan secara nasional sehingga bukan menjadi penyebab utama perbedaan capaian antardaerah.

"Fokus evaluasi kami adalah memperbaiki kualitas pembelajaran agar capaian akademik siswa meningkat," tandasnya. (hyo/her)

Editor : Hengky Ristanto
#pacitan #smp #dinas pendidikan #sd #Tes Kompetensi Akademik