Jawa Pos Radar Pacitan – DPRD Pacitan meminta pemerintah daerah segera mengoptimalkan pemanfaatan sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) APBD 2025 sebesar Rp56 miliar.
Dana yang masih tersedia diharapkan tidak mengendap dan dapat diprioritaskan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama perbaikan jalan kabupaten.
Ketua DPRD Pacitan Arif Setia Budi mengatakan, Silpa merupakan hal yang lazim dalam pengelolaan APBD.
Namun, sebagian anggaran yang tidak terikat harus segera dimanfaatkan agar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
"Anggaran bebas itu harus benar-benar dimaksimalkan pemanfaatannya," ujarnya, Senin (13/7).
Menurut politikus Partai Demokrat yang akrab disapa ASB itu, sekitar Rp31 miliar dari total Silpa merupakan anggaran yang tidak terikat sehingga dapat dialokasikan sesuai kebutuhan prioritas daerah.
Dia menilai kondisi infrastruktur jalan masih menjadi persoalan yang paling banyak dikeluhkan masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah didorong meningkatkan porsi belanja infrastruktur dalam APBD Perubahan 2026 maupun APBD 2027.
"Masyarakat akan merasakan langsung manfaatnya jika anggaran lebih banyak diarahkan untuk perbaikan infrastruktur," katanya.
Arif menegaskan, ruas-ruas jalan kabupaten yang telah lama mengalami kerusakan perlu menjadi prioritas agar pemerataan pembangunan dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Pacitan.
"Kami akan terus mendorong agar peningkatan infrastruktur, khususnya jalan kabupaten, menjadi prioritas pemerintah daerah," tandasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto