Jawa Pos Radar Pacitan – Sebagian Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Pacitan mulai menjalankan aktivitas usaha.
Dari 98 gerai yang telah selesai dibangun, sebanyak 14 koperasi sudah beroperasi secara mandiri dengan mengandalkan modal anggota dan dukungan investor.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindustrian (Dikuperin) Pacitan Muhammad Ali Mustofa mengatakan, pembangunan fisik gerai KDMP hampir seluruhnya tuntas.
Namun, sebagian besar koperasi belum beroperasi karena masih menunggu proses administrasi.
"Masih menunggu proses serah terima gedung beserta fasilitas kelengkapannya," ujarnya, Selasa (14/7).
Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi Dikuperin Pacitan Anang Soleh Setyanto menjelaskan, 14 KDMP telah lebih dahulu menjalankan usaha tanpa menunggu dukungan operasional dari program pemerintah.
Menurutnya, modal usaha koperasi berasal dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota, serta tambahan investasi dari pihak lain.
"Ke-14 KDMP ini beroperasi secara mandiri. Modalnya berasal dari anggota koperasi, ditambah dukungan investor," katanya.
Ke-14 koperasi tersebut tersebar di Desa Semanten, Arjosari, Bangunsari, Sidoharjo, Banjarsari, Punjung, Sooka, Sirnoboyo, Wonoasri, Tremas, Wonodadi Wetan, Bogoharjo, Jetis Kidul, dan Jatigunung.
Anang menambahkan, jenis usaha yang dijalankan disesuaikan dengan potensi masing-masing desa.
Mulai perdagangan sembako, distribusi pupuk dan LPG, layanan Payment Point Online Bank (PPOB), hingga menjadi penyalur kebutuhan pangan untuk program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Pengembangan usaha mengacu pada tujuh unit bisnis sesuai petunjuk teknis," jelasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto