Jawa Pos Radar Madiun - Festival Ronthek Pacitan kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu agenda wisata budaya unggulan nasional.
Untuk keempat kalinya secara berturut-turut, festival tersebut masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 dan mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata.
Mengusung tema "Gema Bambu Pacitan", festival yang digelar pada 17–19 Juli itu diikuti puluhan kelompok ronthek dari 12 kecamatan, serta perwakilan pelajar jenjang SMP, SMA, MA, hingga Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA).
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengatakan, Festival Ronthek kini berkembang menjadi lebih dari sekadar pertunjukan musik bambu.
Berbagai unsur seni, seperti tari, teatrikal, hingga atraksi kreatif, dipadukan tanpa meninggalkan akar budaya lokal.
"Festival ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga ruang pelestarian budaya sekaligus penggerak kebersamaan masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Madiun Raya Masuki Fase Kritis Kemarau, Suhu Siang Capai 34 Derajat
Menurut Mas Aji, penyelenggaraan Festival Ronthek diharapkan terus berkembang menjadi agenda budaya unggulan yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
Sementara itu, Asisten Deputi Strategi Event Kementerian Pariwisata Raden Wisnu Sindhutrisno menilai penyelenggaraan event daerah memiliki peran penting sebagai reason to travel yang mampu menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, UMKM, hingga ekonomi kreatif.
"Ukuran keberhasilan event bukan hanya jumlah pengunjung, tetapi juga lama tinggal wisatawan, belanja wisatawan, dan dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja," katanya.
Wisnu menambahkan, Festival Ronthek Pacitan memiliki potensi besar menjadi signature cultural event Indonesia yang dikenal di tingkat internasional.
Karena itu, Kementerian Pariwisata akan terus memberikan dukungan melalui peningkatan kualitas penyelenggaraan.
"Karena itu, Kementerian Pariwisata akan terus memperkuat kualitas penyelenggaraan melalui kurasi, promosi, tata kelola, dan kolaborasi," tandasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto