Jawa Pos Radar Madiun – Dini hari kelabu menyelimuti simpang tiga Jalan Raya Pacitan–Pringkuku, Dusun Bulu, Desa Ngadirejan.
Suparmi, nenek 76 tahun warga setempat, meregang nyawa setelah dihantam pikap muatan sayur pada Rabu (22/7) sekitar pukul 02.15.
Kecelakaan maut itu bermula saat pikap Daihatsu AD 8068 AB yang dikemudikan Juhananta Vikki Fidia Putra, 24, melaju dari arah barat menuju timur.
Warga Kelurahan Ploso, Pacitan, tersebut membawa muatan penuh sayuran.
Apes, sesampainya di lokasi kejadian, Juhananta mendadak kaget melihat bayangan pejalan kaki—yang tak lain Suparmi—sedang menyusuri tepi jalan utara dari arah berlawanan.
Panik, Juhananta langsung membanting setir ke kiri.
Sayang, jarak yang terlalu dekat membuat benturan tak terelakkan.
Pikap baru berhenti total setelah menyapu tubuh Suparmi dan menghantam portal jalan.
"Pengemudi diduga kurang konsentrasi," tegas Kanit Gakkum Satlantas Polres Pacitan Ipda Agustav Yunastianto.
Benturan keras membuat Suparmi mengalami luka parah di bagian kepala, tangan kanan, serta kaki kanan.
Meski sempat dievakuasi dan mendapat perawatan intensif di RSUD Pacitan, takdir berkata lain.
Nenek Suparmi diumumkan meninggal dunia tak lama kemudian.
Sementara itu, Juhananta selamat dari maut meski mengalami luka di bagian kepala.
Satlantas Polres Pacitan kini menyita unit pikap beserta dokumennya sebagai barang bukti.
Kasus ini masih dalam penanganan lebih lanjut untuk mendalami unsur kelalaian pengemudi. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto