Jawa Pos Radar Madiun – Musim angin timur mulai berdampak pada produktivitas nelayan di Kabupaten Pacitan.
Hasil tangkapan ikan di perairan selatan dilaporkan menurun hingga 50 persen karena gerombolan ikan lebih menyebar dan sulit ditemukan.
Pada musim normal, kapal slerek mampu membawa pulang hingga 20 ton ikan dalam sekali melaut.
Namun, saat musim angin timur, hasil tangkapan rata-rata hanya berkisar 10 ton.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, nelayan memanfaatkan rumpon sebagai alat bantu mengumpulkan ikan.
Rumpon dipasang sekitar tiga mil laut dari bibir pantai dan dilengkapi pelepah daun kelapa untuk menarik gerombolan ikan berkumpul di satu lokasi sebelum dilakukan penangkapan.
"Pelepah daun kelapa dipasang pada rumpon sekitar tiga mil dari pantai. Saat ikan sudah berkumpul, nelayan lebih mudah melakukan penangkapan," ujar Anak Buah Kapal (ABK) asal Pekalongan, Yuyun, Rabu (22/7).
Menurut Yuyun, penggunaan rumpon tetap efektif meski angin timur bertiup maupun ketika cuaca di perairan selatan kurang bersahabat.
Alat tersebut berfungsi menyerupai terumbu buatan yang menjadi tempat berkumpulnya ikan pelagis seperti tongkol, cakalang, kembung, dan tuna kecil.
Selain dilengkapi pelampung, setiap rumpon juga memiliki titik koordinat sehingga nelayan dapat langsung menuju lokasi tanpa harus mencari gerombolan ikan secara acak.
Cara ini dinilai mampu menghemat waktu sekaligus meningkatkan peluang memperoleh hasil tangkapan di tengah musim angin timur. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto