Jawa Pos Radar Madiun – Pendaftaran bakal calon kepala desa (cakades) untuk Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Kabupaten Pacitan masih minim peminat.
Hingga penutupan pendaftaran tahap pertama pada Selasa (21/7) pukul 23.00, dua desa belum memiliki satu pun pendaftar.
Dua desa tersebut yakni Desa Menadi di Kecamatan Pacitan dan Desa Ketro di Kecamatan Kebonagung.
Padahal, sebanyak 45 desa dijadwalkan mengikuti Pilkades Serentak tahun ini.
Selain itu, empat desa baru memiliki satu bakal calon kepala desa.
Masing-masing Desa Sugihwaras di Kecamatan Pringkuku, Desa Tambakrejo di Kecamatan Pacitan, Desa Ketro di Kecamatan Tulakan, serta Desa Wonoanti di Kecamatan Tulakan.
Padahal, sesuai ketentuan, setiap desa harus memiliki sedikitnya dua bakal calon agar tahapan pemilihan dapat dilanjutkan.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pacitan Sigit Dani Yulianto mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan penyebab rendahnya jumlah pendaftar.
Namun, terdapat beberapa faktor yang diduga memengaruhi kondisi tersebut.
"Kemungkinan sosialisasi mekanisme maupun jadwal pendaftaran belum tersampaikan secara luas. Bisa juga karena ada figur yang dianggap cukup kuat sehingga calon lain masih mempertimbangkan untuk maju," ujarnya.
Menurut Sigit, jabatan kepala desa memiliki tanggung jawab yang besar sehingga sebagian masyarakat memilih mempertimbangkan secara matang sebelum memutuskan mencalonkan diri.
"Tidak menutup kemungkinan ada bakal calon yang sengaja menunggu pendaftaran tahap berikutnya," katanya.
Ia memastikan desa yang belum memenuhi syarat minimal dua bakal calon akan kembali membuka pendaftaran tahap kedua.
Apabila jumlah pendaftar masih belum memenuhi ketentuan, pendaftaran akan diperpanjang melalui tahap ketiga.
"Jika jumlah pendaftar tetap belum memenuhi ketentuan, pendaftaran akan diperpanjang melalui tahap ketiga," terangnya.
Terkait anggapan bahwa minimnya pendaftar dipengaruhi menurunnya alokasi Dana Desa (DD), Sigit menegaskan hal tersebut belum dapat disimpulkan sebagai penyebab utama.
"Belum bisa dipastikan. Kami masih melihat berbagai kemungkinan penyebabnya," tandasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto