Jawa Pos Radar Madiun – Rekrutmen peserta didik baru Sekolah Rakyat di Kabupaten Pacitan kembali diperpanjang.
Langkah tersebut diambil karena kuota siswa jenjang sekolah dasar (SD) masih belum terpenuhi menjelang dimulainya tahun ajaran 2026/2027.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Pacitan Agung Mukti Wibowo mengatakan, hingga saat ini baru 20 siswa yang mendaftar dari target 30 siswa untuk jenjang SD.
Atas kondisi tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan kesempatan bagi daerah untuk melanjutkan proses penjangkauan calon peserta didik.
"Dari target 30 siswa, saat ini baru terisi 20 siswa. Penjangkauan masih bisa dilakukan sesuai arahan Kemensos," ujarnya, Minggu (26/7).
Agung menjelaskan, total kuota Sekolah Rakyat di Kabupaten Pacitan tetap sebanyak 270 siswa.
Untuk jenjang SD hanya tersedia satu rombongan belajar (rombel), sedangkan dua rombel lainnya dialokasikan bagi siswa jenjang SMA.
Guna memenuhi kekurangan 10 kursi, Dinsos bersama tim akan kembali melakukan penjangkauan kepada keluarga yang memenuhi kriteria penerima program dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan.
"Untuk menutup kekurangan 10 siswa, kami bersama tim akan kembali melakukan penjangkauan terhadap keluarga sasaran selama satu hingga dua bulan ke depan," katanya.
Ia menegaskan, proses rekrutmen tetap diprioritaskan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin kategori desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Penjangkauan akan terus dilakukan sampai kuota jenjang SD terpenuhi," tegas Agung. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto