Jawa Pos Radar Madiun – Pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar di Kabupaten Pacitan masih jauh dari target.
Hingga pertengahan 2026, pemeriksaan kesehatan baru menjangkau sekitar 10 persen dari total sasaran 104.554 siswa di berbagai jenjang pendidikan.
Programmer Anak Usia Sekolah dan Remaja Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Anita Fika mengatakan, rendahnya capaian CKG dipengaruhi keterbatasan bahan medis habis pakai (BMHP).
Kondisi tersebut terutama berdampak pada pemeriksaan siswa kelas I sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) yang memerlukan pemeriksaan kesehatan khusus.
"Memang belum banyak karena untuk kelas I SMP dan SMA ada pemeriksaan khusus yang membutuhkan BMHP," ujarnya, Rabu (29/7).
Selain keterbatasan BMHP, pelaksanaan CKG di tingkat sekolah menengah kejuruan (SMK) juga terkendala jadwal praktik kerja lapangan (PKL).
Banyak siswa telah berangkat mengikuti PKL sebelum tim kesehatan melakukan pemeriksaan.
"Karena keterlambatan kami, anak-anak SMK tidak bisa melakukan CKG karena mereka sudah PKL. Tahun ini kami mengawali pemeriksaan lebih dulu bagi siswa yang akan PKL agar tidak terlewat," jelasnya.
Fika menambahkan, jadwal pelaksanaan CKG di setiap sekolah juga bergantung pada ketersediaan BMHP di masing-masing puskesmas.
Karena itu, pemeriksaan kesehatan belum dapat dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah.
"Karena itu, jadwal pemeriksaan belum dapat dilakukan secara serentak," katanya.
Dinkes Pacitan menargetkan percepatan pelaksanaan CKG mulai Agustus 2026 setelah kebutuhan BMHP terpenuhi.
Dengan langkah tersebut, cakupan pemeriksaan kesehatan anak sekolah diharapkan meningkat secara signifikan hingga akhir tahun.
"Dengan demikian, cakupan pemeriksaan kesehatan anak sekolah diharapkan meningkat hingga akhir tahun," harapnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto