Produksi Beras Pacitan Melonjak 90 Persen pada 2025, Ketersediaan Pangan Meningkat

Nur Cahyono • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 18:00 WIB
PANEN MELIMPAH: Hamparan sawah di Kabupaten Pacitan memasuki masa panen. NUR CAHYONO/RADAR PACITAN
PANEN MELIMPAH: Hamparan sawah di Kabupaten Pacitan memasuki masa panen. NUR CAHYONO/RADAR PACITAN

Jawa Pos Radar Madiun – Produksi padi dan beras di Kabupaten Pacitan mengalami lonjakan signifikan sepanjang 2025.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pacitan mencatat peningkatan luas panen, produksi gabah, hingga produksi beras lebih dari 90 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala BPS Pacitan Kiki Ferdiana mengatakan, luas panen padi pada 2025 mencapai 26,77 ribu hektare, meningkat 12,17 ribu hektare atau 83,35 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 14,60 ribu hektare.

Bertambahnya luas panen berdampak langsung pada peningkatan produksi gabah kering giling (GKG).

Sepanjang 2025, produksi GKG mencapai 132,52 ribu ton, naik 62,86 ribu ton dibandingkan capaian 2024 yang sebesar 69,65 ribu ton.

"Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi penduduk, produksi beras tahun 2025 mencapai 76,52 ribu ton," ujarnya, Rabu (29/7).

Menurut Kiki, produksi beras tersebut meningkat 36,30 ribu ton atau 90,26 persen dibandingkan 2024 yang hanya mencapai 40,22 ribu ton.

"Capaian itu menunjukkan meningkatnya ketersediaan pangan di Pacitan," katanya.

Berdasarkan Survei Kerangka Sampel Area (KSA), puncak panen pada 2025 terjadi pada Maret dengan luas panen mencapai 7,99 ribu hektare.

Kondisi ini bergeser dibandingkan 2024 yang mencatat puncak panen pada April.

Pada Maret 2025, produksi gabah kering panen (GKP) mencapai 48,53 ribu ton.

Setelah dikonversi menjadi gabah kering giling sebanyak 40,37 ribu ton, hasilnya setara dengan 23,31 ribu ton beras.

Sementara itu, produksi terendah sepanjang tahun terjadi pada Januari.

Meski capaian sepanjang 2025 meningkat tajam, BPS memperkirakan produksi pada awal 2026 sedikit melambat.

Potensi luas panen selama Januari–Maret 2026 diproyeksikan mencapai 12,60 ribu hektare, turun 0,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, potensi produksi padi diperkirakan sebesar 61,33 ribu ton GKG atau turun 3,10 persen.

Adapun produksi beras diproyeksikan mencapai 35,42 ribu ton, turun sekitar 3,08 persen dibandingkan Januari–Maret 2025.

"Data produksi tahun 2024–2025 merupakan angka tetap. Sedangkan proyeksi triwulan pertama 2026 masih bersifat sementara karena menunggu realisasi luas panen dan hasil Survei Ubinan Subround I 2026," terang Kiki. (hyo/her)

Editor : Hengky Ristanto
produksi beras kabupaten pacitan pertanian BPS Pacitan