Jawa Pos Radar Madiun – Dusun Nitikan, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan, diproyeksikan menjadi percontohan Kampung Pangan Lestari.
Program tersebut disiapkan sebagai model penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat yang nantinya akan diterapkan di desa-desa lain di Pacitan.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengatakan, Kampung Pangan Lestari diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan pangan rumah tangga sekaligus mendongkrak pendapatan masyarakat.
"Kami ingin program ini dikerjakan sungguh-sungguh sehingga nanti bisa menjadi percontohan dusun-dusun lainnya," ujarnya, kemarin (31/7).
Program tersebut mengusung konsep Eco Cultural Integrated Farming, yakni sistem yang mengintegrasikan pertanian organik, perikanan, peternakan, pengelolaan sampah, konservasi air, serta budaya gotong royong dalam satu ekosistem.
Menurut Mas Aji, sapaan akrab bupati, masyarakat menjadi pelaku utama dalam pelaksanaan program.
Warga didorong memanfaatkan pekarangan dan lahan tidur untuk menanam sayuran serta buah-buahan, sekaligus mengembangkan budidaya ikan dan peternakan.
Seluruh aktivitas tersebut dihubungkan melalui sistem closed loop.
Sampah organik rumah tangga diolah menjadi kompos maupun pakan menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF), kemudian dimanfaatkan kembali untuk mendukung sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sehingga biaya produksi menjadi lebih efisien.
"Selanjutnya, hasil pengembangan di Dusun Nitikan nanti akan dievaluasi sebagai dasar penerapan Kampung Pangan Lestari di desa dan dusun lain di Pacitan," terang Mas Aji. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto