Jawa Pos Radar Madiun - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berkolaborasi dengan Kelompok Tani (Poktan) Karyo Tomo untuk mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Pacitan.
Program yang didukung hibah riset dan pengabdian masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) itu difokuskan pada pengembangan pupuk organik serta pengendalian hama ramah lingkungan.
Tim yang terdiri atas dosen lintas disiplin dan mahasiswa UNY mengembangkan teknologi pengolahan limbah rumah tangga menjadi kompos dan pupuk organik cair.
Peralatan yang dirancang khusus diserahkan kepada kelompok tani untuk meningkatkan kapasitas produksi pupuk sekaligus mengurangi limbah rumah tangga.
Pupuk organik yang dihasilkan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan anggota kelompok tani, tetapi juga menjadi sumber pendapatan baru melalui penjualan kepada masyarakat.
Selain pendampingan produksi, petani juga mendapat pelatihan pemasaran digital, mulai penyusunan katalog produk hingga penjualan melalui media sosial dan platform e-commerce.
Tim UNY juga menyerahkan aplikasi pembukuan digital untuk membantu pengelolaan keuangan usaha pupuk secara lebih tertib dan akurat.
Baca Juga: Hasil Jeju Super Match 2026: Tanpa Megawati Hangestri, Hyundai Hillstate Tumbang
Di bidang pengendalian hama, tim bersama petani mengembangkan kawasan tanam refugia di sekitar lahan pertanian.
Tanaman refugia berfungsi sebagai habitat musuh alami hama sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UNY Dr. Yunita Fera Rahmawati mengatakan, program tersebut dirancang untuk memperkuat kemandirian petani, baik dari sisi produksi, pemasaran, maupun tata kelola usaha.
"Kami berharap seluruh rangkaian program ini, mulai dari pengolahan limbah rumah tangga, pendampingan pemasaran dan keuangan digital, hingga inovasi refugia, dapat membantu Poktan Karyo Tomo untuk mandiri dalam memproduksi pupuk dan mengatasi masalah hama, juga makin profesional secara manajemen usaha," ujarnya.
Ketua Poktan Karyo Tomo Gati mengapresiasi dukungan Kemendikti Saintek dan Tim UNY.
Menurut dia, bantuan peralatan dan pendampingan membuat proses pengolahan sampah menjadi pupuk lebih cepat dan produktif.
"Sebelumnya, pengolahan sampah kami kurang maksimal. Dengan bantuan alat dan pelatihan dari Tim UNY ini, prosesnya bisa lebih cepat dan hasilnya lebih banyak. Terima kasih juga untuk pelatihan penjualan dan keuangannya, semoga produk kami lebih dikenal luas," katanya. (uci/*)
Editor : Mizan Ahsani