Harga Cabai Rawit di Pacitan Anjlok 50 Persen Saat Panen Raya, Petani Merugi

Nur Cahyono • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 16:30 WIB
Petani di Pacitan memanen cabai rawit hijau saat harga di tingkat petani turun hingga 50 persen akibat panen raya. Foto: Nur Cahyono/Jawa Pos Radar Pacitan
Petani di Pacitan memanen cabai rawit hijau saat harga di tingkat petani turun hingga 50 persen akibat panen raya. Foto: Nur Cahyono/Jawa Pos Radar Pacitan

Jawa Pos Radar Madiun – Harga cabai rawit hijau di tingkat petani di Pacitan anjlok hingga 50 persen pada awal musim panen.

Dari semula Rp 36 ribu, kini harga hanya sekitar Rp 18 ribu per kilogram.

Petani cabai asal Desa Banjarjo, Kecamatan Kebonagung, Sutato, mengatakan penurunan harga hampir selalu terjadi setiap musim panen akibat melimpahnya pasokan.

Sementara itu, biaya produksi tetap tinggi sehingga keuntungan petani terus tergerus.

"Saat panen seperti sekarang harga langsung turun sampai sekitar Rp 18 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya bisa Rp 36 ribu. Kami berharap pemerintah bisa membantu menstabilkan harga," ujarnya, Rabu (5/8).

Menurut Sutato, harga jual saat ini belum mampu menutup tingginya biaya tanam dan perawatan.

Ironisnya, saat produksi cabai di Pacitan menurun, kebutuhan pasar justru dipenuhi dari daerah lain seperti Tulungagung dan Ponorogo.

Kondisi tersebut dimanfaatkan pelaku usaha kuliner dengan membeli cabai dalam jumlah besar saat harga murah.

Cabai kemudian direbus dan dijemur sebagai stok ketika harga kembali naik.

"Kalau menanam cabai memang harus bisa memperkirakan waktu panen agar harganya masih bagus," katanya. (hyo/her)

Editor : Hengky Ristanto
cabai rawit hijau panen raya pacitan harga cabai petani