Luweng Ombo Pacitan Dieksplorasi Lagi, Telusuri Lorong dan Spesies Baru

Nur Cahyono • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 17:00 WIB
EKSPLORASI BAWAH TANAH: Luweng Ombo di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, menjadi salah satu dari sedikitnya 1.600 gua yang telah teridentifikasi di Pacitan. (Disparbudpora Pacitan)
EKSPLORASI BAWAH TANAH: Luweng Ombo di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, menjadi salah satu dari sedikitnya 1.600 gua yang telah teridentifikasi di Pacitan. (Disparbudpora Pacitan)

Jawa Pos Radar Madiun – Perut bumi Pacitan masih menyimpan banyak misteri.

Di balik julukan Kota 1001 Gua, sedikitnya 1.600 gua ternyata telah teridentifikasi di berbagai kawasan karst kabupaten tersebut.

Data Pacitan Speleology Society (PSS) menunjukkan ribuan gua itu telah diidentifikasi, ditandai lokasinya, dan ditinjau.

Namun, potensi di dalamnya belum seluruhnya terungkap.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pacitan Munirul Ichwan mengatakan, jumlah gua yang terdata bahkan jauh melampaui angka 1.001 yang selama ini melekat sebagai identitas Pacitan.

’’Berdasarkan data teman-teman PSS, kurang lebih 1.600 gua sudah teridentifikasi,’’ ujarnya, Sabtu (8/8).

Eksplorasi pun terus dilakukan. Salah satu yang kembali ditelusuri adalah Luweng Ombo di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo.

Tim bakal melanjutkan eksplorasi sekitar 7,5 kilometer lorong yang sebelumnya telah dipetakan.

Penelusuran diarahkan untuk mencari kemungkinan jalur baru yang terhubung dengan Sistem Ombo-Kebon.

Tak sebatas menelusuri lorong, ekspedisi juga dibarengi pemetaan gua secara digital atau digital cave mapping. Teknologi tersebut digunakan untuk mendapatkan gambaran jaringan lorong bawah tanah secara lebih detail.

Sisi biologis Luweng Ombo juga menjadi perhatian.

Survei biospeleologi dilakukan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta tim sains untuk mengidentifikasi kehidupan yang berkembang dalam ekosistem gua.

Tim turut mengambil sampel biota. Penelitian tersebut membuka peluang ditemukannya spesies yang selama ini belum teridentifikasi.

’’Mulai digital cave mapping, survei biospeleologi, hingga pengambilan sampel biota gua,’’ terang Munirul.

Eksplorasi Luweng Ombo tidak hanya ditujukan untuk kepentingan penelitian.

Data yang diperoleh diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat upaya konservasi bentang alam karst Pacitan.

Di sisi lain, kekayaan lorong bawah tanah tersebut juga menyimpan peluang pengembangan wisata minat khusus.

Pengembangannya tetap harus mempertimbangkan kelestarian ekosistem dan karakter alami gua.

’’Selain kepentingan riset, eksplorasi tersebut diharapkan memperkuat konservasi kawasan karst sekaligus membuka potensi wisata minat khusus di Pacitan,’’ kata Munirul. (hyo/her)

Editor : Hengky Ristanto
gua pacitan pacitan 1001 gua wisata pacitan luweng ombo