Jawa Pos Radar Madiun – Persoalan genangan di sejumlah jalan protokol kawasan perkotaan Pacitan mulai dibenahi.
Tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pacitan bakal membangun 75 titik pematusan untuk mempercepat aliran air dari badan jalan menuju saluran drainase.
Pembangunan tersebut diarahkan untuk mengurangi genangan yang kerap muncul ketika hujan mengguyur kawasan perkotaan.
Sejumlah ruas jalan menjadi prioritas karena sistem pematusan yang tersedia dinilai belum bekerja optimal.
’’Tahun ini akan dibangun 75 titik pematusan untuk mempercepat aliran air menuju drainase,’’ kata Kabid Penyehatan Lingkungan dan Air Minum (PLAM) DPUPR Pacitan Tonny Setyo Nugroho, Minggu (9/8).
Tonny mengakui kondisi pematusan di kawasan perkotaan masih membutuhkan pembenahan.
Persoalannya tidak hanya menyangkut jumlah, tetapi juga kualitas fasilitas yang tersedia.
Karena itu, pembangunan dilakukan secara bertahap sejak 2023.
Penambahan 75 titik tahun ini menjadi kelanjutan dari upaya memperkuat sistem drainase kawasan perkotaan.
’’Secara kuantitas maupun kualitas masih kurang maksimal. Karena itu, sejak 2023 kami merintis pembangunan pematusan secara bertahap,’’ ujarnya.
Pematusan berfungsi menangkap dan mengalirkan air hujan yang menggenang di permukaan jalan menuju saluran drainase.
Semakin cepat air masuk ke saluran, semakin kecil peluang genangan bertahan lama di badan jalan.
’’Kalau alirannya lancar, genangan tidak berlangsung lama sehingga bisa meminimalkan banjir kota,’’ jelas Tonny.
Salah satu kawasan yang menjadi prioritas penanganan adalah sepanjang Jalan Ahmad Yani.
Pembangunan menyasar sejumlah titik mulai kawasan Toko Penceng di depan gedung DPRD Pacitan hingga Perempatan Bapangan.
Sebagian pematusan di koridor Jalan Ahmad Yani sebenarnya telah dibangun pada tahun-tahun sebelumnya.
Namun, keterbatasan anggaran membuat pengerjaannya harus dilakukan secara bertahap dan masih menyisakan sejumlah titik yang membutuhkan penanganan.
’’Tahun ini kami lanjutkan dan tuntaskan beberapa titik yang masih kurang,’’ katanya.
Tak sekadar menambah jumlah, desain pematusan juga bakal diperbaiki.
Lubang saluran direncanakan dibuat lebih dalam dan lebih besar dibandingkan fasilitas sebelumnya untuk meningkatkan kapasitas aliran air.
Pada bagian atas akan dipasang grill atau penutup besi.
Selain menjadi pengaman, perangkat tersebut diharapkan dapat mengurangi sampah yang masuk dan berpotensi menyumbat saluran.
’’Ini bagian dari upaya meningkatkan fungsi drainase kota,’’ pungkas Tonny. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto