Jawa Pos Radar Madiun – Layanan transportasi DAMRI dari Pacitan menuju Stasiun Tulungagung berpeluang diperluas.
Rute tersebut diwacanakan diperpanjang hingga Pantai Serang, Kabupaten Blitar, guna memperkuat konektivitas kawasan selatan Jawa Timur.
Rencana tersebut menjadi bagian dari pengembangan trayek Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Dengan perpanjangan rute, akses masyarakat maupun wisatawan menuju sejumlah daerah dan destinasi wisata diharapkan semakin mudah.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pacitan Bambang Mahaendrawan mengatakan, pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi dari pihak DAMRI terkait rencana tersebut.
Informasi sementara baru diketahui melalui pemberitaan. ’’Nanti coba kami klarifikasi,’’ ujarnya, Senin (10/8).
Baca Juga: Update Ranking FIVB Terbaru, Timnas Voli Putri Indonesia Naik 4 Tingkat
Meski belum ada kepastian, Pemkab Pacitan menyambut baik wacana tersebut.
Perpanjangan trayek dinilai dapat membuka peluang peningkatan layanan transportasi sekaligus memperlancar mobilitas wisatawan antarwilayah.
’’Jika terlaksana, Pacitan mendukung. Dalam rangka pelayanan transportasi masyarakat bisa meningkat,’’ tegas Bambang.
Adapun rute yang diwacanakan meliputi Stasiun Tulungagung, Ngujang 1, Terminal Patria Kota Blitar, Kawasan Wisata Edukasi Kampung Coklat, hingga Pantai Serang.
Baca Juga: Update Ranking FIVB Terbaru, Timnas Voli Putri Indonesia Naik 4 Tingkat
Menurut Bambang, gagasan perpanjangan trayek tersebut berasal dari Kabupaten Blitar.
Nantinya, jalur baru itu diharapkan mampu menghubungkan sejumlah pusat aktivitas masyarakat dan destinasi wisata di kawasan selatan Jatim.
Pacitan sendiri memiliki banyak objek wisata yang terkoneksi dengan jalur lintas selatan (JLS).
Kehadiran transportasi umum antardaerah dinilai dapat menjadi salah satu pendukung pengembangan sektor pariwisata.
Selain meningkatkan akses wisatawan, keberadaan jalur transportasi baru juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sepanjang jalur yang dilalui.
’’Dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang dilalui,’’ pungkasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto