Jawa Pos Radar Madiun – Kebakaran lahan kembali terjadi di Pacitan. Semak belukar hingga tanaman produktif di kawasan Pancer Door dilalap api, Rabu (12/8) siang.
Kobaran bahkan sempat merembet mendekati area industri pengolahan grosok.
Kondisi cuaca panas ditambah banyaknya vegetasi kering membuat api cepat menjalar.
Petugas pemadam kebakaran pun diterjunkan untuk mencegah kobaran semakin meluas dan menjangkau bangunan di sekitar lokasi.
Kabid Damkar Satpol PP Pacitan Sugito mengatakan, kondisi lahan yang kering meningkatkan risiko penyebaran api. Terlebih, titik kebakaran berada tidak jauh dari aktivitas industri.
’’Karena itu kami segera melakukan pemadaman agar tidak meluas,’’ ujarnya.
Berdasarkan informasi sementara, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Api yang awalnya diperkirakan dapat dikendalikan justru merembet ke semak belukar dan tanaman kering di sekitarnya.
Petugas kemudian berjibaku memadamkan kobaran. Setelah api berhasil dikendalikan, proses pendinginan dilakukan di sejumlah titik untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi kembali menyala.
Peristiwa tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat di tengah kondisi cuaca panas dan vegetasi yang mengering.
Aktivitas pembakaran lahan dinilai berisiko memicu kebakaran lebih luas apabila api terbawa angin.
Sugito pun mengingatkan masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama selama musim kemarau.
’’Pembukaan lahan dengan cara membakar harus dihindari, terlebih ketika kondisi kering. Api bisa cepat merambat dan membahayakan lingkungan maupun bangunan di sekitarnya,’’ tegasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto