Enam Karhutla Terjadi di Pacitan dalam Setengah Bulan, Damkar Ungkap Pemicunya

Nur Cahyono • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:40 WIB
RAWAN KARHUTLA: Kebakaran hutan dan lahan di Pacitan meningkat selama musim kemarau dengan enam kejadian ditangani hingga pertengahan Agustus. (Istimewa)
RAWAN KARHUTLA: Kebakaran hutan dan lahan di Pacitan meningkat selama musim kemarau dengan enam kejadian ditangani hingga pertengahan Agustus. (Istimewa)

Jawa Pos Radar Madiun – Enam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Pacitan hingga pertengahan Agustus 2026.

Damkar memprioritaskan penanganan kebakaran yang berpotensi merembet ke permukiman warga.

Peningkatan kejadian karhutla terjadi seiring berlangsungnya musim kemarau. Kondisi vegetasi yang mengering membuat api berpotensi lebih cepat meluas.

’’Yang kami tangani sebanyak enam kejadian. Fokus kami adalah kebakaran yang mengancam permukiman penduduk,’’ kata Kabid Damkar Satpol PP Pacitan Sugito, Kamis (13/8).

Kasus terbaru di antaranya terjadi di Lingkungan Barehan, Kelurahan Ploso, Rabu (12/8).

Kebakaran menghanguskan sekitar 2.000 meter persegi semak belukar di lahan produktif.

Dua armada pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan api. Kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar.

Menurut Sugito, api yang masih menyala ditinggalkan sehingga merembet ke vegetasi kering di sekitarnya.

’’Setelah membakar, api yang masih menyala ditinggalkan sehingga merembet dan membakar vegetasi kering di sekitar lokasi,’’ jelasnya.

Kebakaran lahan kembali terjadi di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kamis (13/8).

Rumput kering dan rapatnya pepohonan jati membuat api cepat membesar.

Petugas pemadam kebakaran langsung diterjunkan untuk mencegah kobaran meluas.

Terlebih, kondisi lahan kering selama kemarau meningkatkan risiko penjalaran api.

Damkar meminta masyarakat tidak sembarangan membakar lahan maupun material selama musim kemarau.

Jika melakukan pembakaran, warga harus memastikan api terus diawasi hingga benar-benar padam.

’’Jangan sampai memicu kebakaran yang lebih luas,’’ tandas Sugito. (hyo/her)

Editor : Hengky Ristanto
karhutla pacitan kebakaran Pacitan damkar pacitan kebakaran lahan