Jawa Pos Radar Madiun – Potensi sumber daya lokal menjadi modal bagi pengembangan UMKM Pacitan.
Industri pengolahan pangan dinilai menjadi salah satu sektor menjanjikan karena ditopang beragam komoditas pertanian hingga perikanan.
Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindustrian (Dikuperin) Pacitan mencatat sekitar 1.500–1.700 pelaku usaha mendapatkan pembinaan setiap tahun.
Pendampingan diarahkan agar usaha mereka terus berkembang dan mampu naik kelas.
Kepala Dikuperin Pacitan Muhammad Ali Mustofa mengatakan, kekayaan komoditas daerah memberikan peluang besar bagi pelaku UMKM untuk menciptakan produk bernilai tambah.
’’Pacitan memiliki potensi sumber daya lokal di komoditas pertanian, perikanan, dan sektor-sektor lain. Bicara mana potensi yang dapat dikembangkan dari UMKM, tentu yang menggunakan bahan baku sumber daya lokal,’’ kata Ali, Senin (17/8).
Sejumlah komoditas lokal dapat menjadi bahan baku produk unggulan. Di antaranya kopi, gula kelapa, biofarmaka, hingga berbagai hasil perikanan.
Salah satu yang telah memiliki daya tarik adalah olahan tahu tuna. Berbagai varian produk berbahan ikan tersebut banyak diburu konsumen, khususnya wisatawan yang berkunjung ke Pacitan.
’’Terutama wisatawan yang datang ke Pacitan,’’ jelasnya.
Peluang pengembangan produk khas daerah tidak hanya datang dari sektor pangan.
Kerajinan, pakaian, serta berbagai produk lokal juga berpotensi dikembangkan sebagai buah tangan khas Pacitan.
Namun, bertambahnya jumlah pelaku usaha membawa tantangan baru.
Kompetisi antarpelaku UMKM semakin ketat, sementara kenaikan harga bahan baku ikut menekan biaya produksi dan omzet.
Ketua Paguyuban UMKM Sahitya Kita Atik Lia Estin menilai inovasi menjadi salah satu kunci agar pelaku usaha mampu bertahan menghadapi perubahan pasar.
’’Kita perlu berinovasi untuk terus bergerak,’’ kata Atik. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto