Spektakuler! Upacara HUT RI di Kedalaman 110 Meter Luweng Ombo Pacitan

Nur Cahyono • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 13:43 WIB
DI PERUT BUMI: Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI digelar di kedalaman 110 meter Goa Luweng Ombo, Donorojo, Pacitan, Senin (17/8). Bendera Merah Putih raksasa berukuran 22 x 17 meter turut dibentangkan di mulut gua. NUR CAHYONO/RADAR PACITAN
DI PERUT BUMI: Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI digelar di kedalaman 110 meter Goa Luweng Ombo, Donorojo, Pacitan, Senin (17/8). Bendera Merah Putih raksasa berukuran 22 x 17 meter turut dibentangkan di mulut gua. NUR CAHYONO/RADAR PACITAN

Jawa Pos Radar Madiun – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pacitan menghadirkan suasana berbeda.

Upacara pengibaran Merah Putih digelar 110 meter di bawah permukaan tanah, tepatnya di Pos 1 Goa Luweng Ombo, Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Senin (17/8).

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji bertindak sebagai inspektur upacara.

Mas Aji, sapaan bupati, juga membacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan di dalam salah satu gua vertikal tersebut.

Upacara di perut bumi itu diikuti para caver dari berbagai daerah di Indonesia yang tergabung dalam Gahvara Yava Expedition 2026.

Tak hanya di kedalaman gua, nuansa kemerdekaan juga terasa di permukaan.

Bendera Merah Putih raksasa berukuran 22 x 17 meter dibentangkan di mulut Luweng Ombo.

Mas Aji mengaku pengalaman pertamanya menyusuri Luweng Ombo cukup membekas.

Kendati baru mencapai Pos 1, karakter dan medan gua sudah memberikan tantangan tersendiri.

’’Di bawah luar biasa. Meskipun baru di Pos 1, hanya di titik 110 meter,’’ ujarnya selepas upacara.

Pengalaman tersebut sekaligus membuka pandangan pemkab terhadap potensi Luweng Ombo.

Menurut Mas Aji, gua tersebut memiliki peluang dikembangkan menjadi destinasi wisata minat khusus.

Namun, karakter medan yang ekstrem membuat Luweng Ombo belum memungkinkan dibuka sebagai destinasi untuk wisatawan umum.

’’Luweng Ombo ini cocok sekali dijadikan objek wisata minat khusus. Artinya memang belum bisa untuk seluruh orang,’’ katanya.

Pengembangan Luweng Ombo nantinya tidak bisa dilakukan sembarangan.

Pemkab Pacitan membutuhkan rekomendasi dari para caver, khususnya menyangkut kebutuhan infrastruktur, standar keselamatan, hingga kenyamanan pengunjung tanpa menghilangkan karakter alami gua.

’’Kami membutuhkan rekomendasi mereka dalam hal infrastruktur, safety, dan sebagainya. Kenyamanan yang paling tepat itu harus seperti apa,’’ jelas mantan ketua DPRD Pacitan tersebut.

Mas Aji tak menampik sempat diliputi rasa takut ketika turun ke dalam gua.

Kekhawatiran itu berangsur mereda karena seluruh proses penelusuran didampingi caver profesional.

’’Saya percaya teman-teman ekspedisi kali ini profesional. Alhamdulillah turun dan naik selamat,’’ tuturnya.

Upacara kemerdekaan di Luweng Ombo menjadi bagian dari Gahvara Yava Expedition 2026 yang berlangsung sejak 10 Agustus.

Kegiatan juga melibatkan Tim Ekspedisi Merah Putih, peserta Pacitan Merdeka Run 2026, serta masyarakat.

Sebelum mencapai Luweng Ombo, peserta Pacitan Merdeka Run menempuh rute sepanjang 8,1 kilometer dari Pantai Karangbolong.

Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi penutup ekspedisi yang bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (hyo/her)

Editor : Hengky Ristanto
HUT ke-81 RI Luweng Ombo Pacitan Gahvara Yava Expedition 2026 wisata pacitan