Jawa Pos Radar Madiun – Enam tahun bukan waktu singkat bagi Rokidah Dini Cahyani untuk menunggu kesempatan kembali ke bangku sekolah.
Sejak 2019, kondisi ekonomi keluarga memaksanya berhenti mengenyam pendidikan.
Kesempatan yang lama dinanti itu akhirnya datang. Sabtu (15/8), gadis 17 tahun asal Kecamatan Punung tersebut menjadi satu dari 266 siswa baru Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Pacitan yang mengawali masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).
MPLS SRT 1 Pacitan akhirnya dimulai setelah sebelumnya sempat tertunda sekitar dua pekan.
Rokidah datang bersama sang ayah, Budianto. Koper berisi pakaian dan berbagai perlengkapan pribadi ikut dibawa untuk mengawali kehidupan baru sebagai pelajar sekaligus penghuni asrama.
Bagi keluarga Budianto, Sekolah Rakyat membuka kembali jalan pendidikan yang sempat tertutup bagi putrinya.
’’Anak-anak yang sebelumnya kesulitan melanjutkan sekolah sekarang punya kesempatan lagi,’’ ujar Budianto.
Kisah Rokidah menjadi satu dari sederet harapan yang mengiringi dimulainya tahun ajaran di SRT 1 Pacitan.
Sejak pagi, para orang tua berdatangan untuk mengantar putra-putri mereka sekaligus melihat lingkungan tempat anaknya akan belajar dan tinggal.
Kepala SMA-SRT 1 Pacitan Nanang Adang Kusdinar mengatakan, terdapat 266 peserta didik baru pada tahun ini.
Jumlah tersebut terdiri atas 26 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 150 siswa SMA.
Mereka akan bergabung dengan 148 siswa lama yang telah lebih dulu menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
’’Untuk siswa baru, SD ada 26, SMP 90, dan SMA 150 siswa. Kemudian ditambah 148 siswa lama,’’ katanya.
Dengan demikian, total terdapat 414 siswa baru dan lama yang tercatat mengikuti pendidikan di SRT 1 Pacitan.
MPLS dijadwalkan berlangsung selama dua pekan hingga akhir Agustus.
Masa tersebut tidak hanya digunakan untuk mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membantu siswa beradaptasi dengan pola pendidikan serta kehidupan berasrama.
Tahapan berikutnya adalah matrikulasi yang mulai dilaksanakan pada September.
’’Dua pekan ini mereka mengikuti MPLS sampai akhir Agustus. Kemudian mulai September masuk matrikulasi,’’ pungkas Nanang. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto