Jawa Pos Radar Madiun – Kemeriahan karnaval Agustusan berubah menjadi kabar buruk bagi keluarga Soimin.
Saat rumahnya di Dusun Pindul, Desa/Kecamatan Pringkuku, Pacitan, ditinggal dalam kondisi kosong, api justru berkobar dari bagian dapur, Selasa (25/8) pagi.
Kebakaran rumah di Pringkuku tersebut menghanguskan dapur seluas sekitar 12 meter persegi.
Beruntung, api dapat dijinakkan sebelum merembet ke bagian rumah lain maupun bangunan di sekitarnya.
Kabid Damkar Satpol PP Pacitan Sugito mengatakan, laporan kebakaran Pacitan tersebut diterima sekitar pukul 07.54.
Empat unit kendaraan pemadam kebakaran bersama 16 personel langsung diterjunkan ke lokasi.
’’Yang terbakar dapur rumah. Luas keseluruhan sekitar 12 meter persegi,’’ ujarnya.
Saat api mulai berkobar, rumah Soimin sedang kosong. Sang istri tengah mengikuti karnaval Agustusan di Dusun Pindul.
Sementara itu, Soimin sedang pergi mencari pakan ternak. Kebakaran kali pertama diketahui oleh tetangga yang mendengar suara seperti ledakan dari arah rumah korban.
Warga kemudian mengecek sumber suara tersebut. Ketika diperiksa, api sudah membesar di bagian dapur.
Mereka bergotong royong melakukan pemadaman awal sembari menghubungi Damkar Pacitan.
Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan penanganan. Api akhirnya dapat dikuasai sebelum menjalar ke bagian utama rumah maupun bangunan warga di sekitar lokasi.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kebakaran rumah di Pringkuku tersebut.
Hingga kini, sumber api juga belum dapat dipastikan. Petugas masih mendalami pemicu kebakaran.
’’Penyebab kebakaran masih belum diketahui,’’ pungkas Sugito. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto