Sekolah Rakyat Pacitan Dapat Sembilan Siswa Baru, Peminat SD Masih Minim

Nur Cahyono • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:15 WIB
MULAI BERTAMBAH: Sembilan siswa tambahan dari lima SD mulai menempati Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Pacitan setelah peminat jenjang SD sebelumnya masih minim.
MULAI BERTAMBAH: Sembilan siswa tambahan dari lima SD mulai menempati Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Pacitan setelah peminat jenjang SD sebelumnya masih minim.

Jawa Pos Radar Pacitan – Persoalan minimnya siswa jenjang SD di Sekolah Rakyat Pacitan mulai terurai. Sembilan siswa tambahan dari lima sekolah dasar mulai menempati Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Pacitan, Rabu (26/8).

Mereka terdiri atas enam siswa laki-laki dan tiga perempuan yang duduk di kelas 2, 4, dan 5. Para siswa berasal dari SDN 1 Kayen, SDN 1 Sirnoboyo, SDN 1 Tumpuk, SDN 3 Tumpuk, serta SDN 2 Petungsinarang.

Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan bersama dinas sosial turun langsung dalam proses penempatan para siswa tersebut.

Kabid Pembinaan SD Dindik Pacitan Wahyono mengatakan, siswa yang masuk merupakan anak dari keluarga kategori desil 1 dan 2. Mereka menjadi bagian dari sasaran program Sekolah Rakyat yang diprioritaskan bagi anak dari keluarga kurang mampu.

’’Tentu kami mendukung program pemerintah. Salah satu program prioritas dan strategis adalah Sekolah Rakyat,’’ ujarnya, Kamis (27/8).

Baca Juga: Akses Sekolah Rakyat Dibenahi, Pemkab Ngawi Siapkan Rp 3,4 Miliar

Tambahan sembilan anak tersebut sekaligus menjadi suntikan bagi jenjang SD Sekolah Rakyat yang sebelumnya masih minim peminat. Wahyono tak menampik program anyar tersebut belum sepenuhnya dipahami maupun diterima masyarakat.

Karena itu, Dindik Pacitan bakal lebih getol melakukan sosialisasi. Pengawas, kepala sekolah, hingga guru diminta memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai sasaran dan tujuan Sekolah Rakyat.

’’Tahun pertama dimungkinkan belum diterima menyeluruh oleh masyarakat. Karena itu, program bagus ini terus kami informasikan agar betul-betul didukung,’’ jelasnya.

Menurut Wahyono, Sekolah Rakyat diarahkan untuk membuka akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program tersebut diharapkan tak sebatas memastikan anak tetap memperoleh pendidikan formal.

’’Jadi bukan sekadar memastikan mereka tetap bersekolah, tetapi juga menjadi jalan memperbaiki masa depan peserta didik,’’ terangnya.

Baca Juga: Empat Bangku SD Sekolah Rakyat Pacitan Masih Kosong, Orang Tua Belum Tega Lepas Anak

Sementara itu, tiga dari sembilan siswa anyar tersebut berasal dari Panti Asuhan Citra Diri. Pengasuh panti Nani Haryani mengatakan, anak-anak tersebut sebelumnya dititipkan melalui dinas sosial karena menghadapi persoalan sosial maupun ekonomi keluarga.

’’Ada anak terlantar. Ada juga anak yang orang tuanya secara ekonomi tidak mampu mengurus, menyekolahkan maupun membiayai,’’ ungkap Nani.

Dia menyambut keberadaan Sekolah Rakyat sebagai kesempatan bagi anak-anak asuhnya mendapatkan pendidikan yang lebih baik.

’’Kami dukung supaya anak-anak ke depannya lebih baik,’’ pungkasnya. (hyo/her)

Editor : Hengky Ristanto
desil 1 dan 2 sekolah rakyat pacitan Dindik Pacitan akses pendidikan