Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pacitan belum mereda. Hutan Perhutani di Dusun Salam, Desa Ngadirejan, Kecamatan Pringkuku, terbakar Rabu (26/8) sore.
Kobaran api bahkan sempat mendekati permukiman warga. Kondisi tersebut membuat petugas harus bergerak cepat mencegah kebakaran merembet ke rumah penduduk.
Api dengan cepat menjalar lantaran semak belukar di kawasan tersebut mengering akibat kemarau. Banyaknya pohon kayu putih turut membuat rambatan si jago merah semakin cepat.
Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Satpol PP Pacitan Sugito mengatakan, dua unit mobil pemadam beserta personel langsung dikerahkan setelah laporan kebakaran diterima.
Petugas berjibaku menjinakkan api sebelum mencapai permukiman. Setelah kobaran berhasil dikuasai, penyisiran dilanjutkan untuk mencari titik api yang masih tersisa.
’’Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyala,’’ ujarnya, Kamis (27/8).
Baca Juga: 31 Kebakaran Terjadi di Pacitan, Kerugian Tembus Rp 530 Juta
Petugas Damkar Pacitan juga melakukan pembasahan di kawasan terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi bara maupun titik api kembali menyala dan memicu kebakaran susulan.
Kondisi vegetasi yang mengering membuat kawasan hutan dan lahan terbuka semakin rawan terbakar selama musim kemarau. Api berpotensi menjalar cepat apabila dipicu aktivitas pembakaran maupun sumber api lainnya.
Sugito pun meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla Pacitan. Warga diingatkan tidak sembarangan membakar sampah maupun membuka lahan menggunakan api.
’’Api yang tidak terkendali dapat dengan cepat meluas di tengah kondisi vegetasi yang kering,’’ pungkasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto