Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman kekeringan akibat anomali iklim membuat sektor pertanian Pacitan memperkuat cadangan air.
Sebanyak 131 kelompok tani mendapat alokasi anggaran sekitar Rp 20 miliar dari Kementerian Pertanian untuk membangun irigasi perpompaan.
Program tersebut diproyeksikan membantu petani mempertahankan pasokan air ketika kemarau maupun perubahan musim mengancam lahan pertanian.
Kepala Bidang Sarana, Prasarana, dan Penyuluhan Pertanian DKPP Pacitan Susilo Budi mengatakan, setiap kelompok tani memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp 153 juta.
’’Periode pertama dapat alokasi untuk 131 kelompok tani,’’ ujarnya, Selasa (1/9).
Anggaran tersebut digunakan untuk membangun sejumlah infrastruktur pendukung irigasi perpompaan.
Mulai sarana pengambilan air dari sungai maupun sumur bor, pompa, rumah pompa, bak penampung, hingga jaringan distribusi menuju lahan pertanian.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan air ketika memasuki periode kering. Terutama bagi lahan pertanian yang berpotensi terdampak kekeringan.
Dengan pasokan air yang lebih terjaga, produktivitas tanaman diharapkan tidak terganggu sekaligus menopang ketahanan pangan di Pacitan.
Pembangunan sarana irigasi tersebut dilakukan secara swakelola dengan skema padat karya. Kelompok tani penerima bantuan dilibatkan langsung dalam proses pengerjaan.
DKPP Pacitan menargetkan seluruh pembangunan irigasi perpompaan tersebut dapat dituntaskan sebelum pergantian tahun.
’’Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai hingga akhir Desember,’’ pungkas Budi. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto