36 Kebakaran Terjadi di Pacitan, BPBD Waspadai Karhutla saat Kemarau

Nur Cahyono • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 11:22 WIB
RAWAN KARHUTLA: Salah satu kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Pacitan.
RAWAN KARHUTLA: Salah satu kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Pacitan.

Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pacitan meningkat seiring musim kemarau.

Sepanjang Januari hingga awal September 2026, tercatat 36 insiden kebakaran dan belasan di antaranya merupakan karhutla.

Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko mengatakan, kondisi kemarau membuat potensi kebakaran semakin tinggi.

Pemetaan kawasan rawan pun diperlukan sebagai dasar menentukan langkah mitigasi dan pencegahan.

’’Potensi karhutla itu sangat luar biasa. Hampir setiap hari kami dan damkar selalu ada laporan,’’ kata Erwin, Jumat (4/9).

Salah satu kejadian cukup parah terjadi di kawasan Gunung Nogo, Dusun Jambu, Desa Sedayu, Kecamatan Arjosari, Selasa (1/9) malam. Api melalap sekitar dua hektare lahan milik warga.

Proses pemadaman terkendala medan pegunungan yang terjal. Armada pemadam kebakaran kesulitan menjangkau titik api sehingga penanganan dilakukan menggunakan peralatan manual bersama unsur terkait dan warga.

BPBD Pacitan sejauh ini belum dapat memastikan penyebab utama rangkaian karhutla di Pacitan selama musim kemarau. Sebab, petugas biasanya tiba ketika api sudah telanjur membesar.

Namun, dari sejumlah kejadian yang ditangani, titik kebakaran banyak ditemukan di kawasan tepi jalan.

Faktor kelalaian manusia, termasuk membuang puntung rokok sembarangan, diduga menjadi salah satu pemicunya.

Erwin menyebut sejauh ini tidak ditemukan indikasi kuat bahwa karhutla berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan.

’’Kalau potensi pembukaan lahan kok sepertinya tidak ada. Mungkin keteledoran saja, ketika membuang puntung rokok dan sebagainya,’’ ucap Erwin.

Di tengah tingginya risiko kebakaran saat kemarau, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu api.

Warga juga diminta segera melapor ketika menemukan titik api agar kebakaran tidak meluas.

’’Segera lapor agar kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas,’’ pungkasnya. (hyo/den)

Editor : Hengky Ristanto
kebakaran di Pacitan karhutla di Pacitan bpbd pacitan musim kemarau