Ekonomi Pacitan Tumbuh 6,35 Persen, Puluhan Ribu Warga Masih Andalkan Bansos

Nur Cahyono • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 15:40 WIB
JARING PENGAMAN: Penyaluran bantuan sosial di Pacitan beberapa waktu lalu.
JARING PENGAMAN: Penyaluran bantuan sosial di Pacitan beberapa waktu lalu.

Jawa Pos Radar Madiun – Pertumbuhan ekonomi Pacitan sebesar 6,35 persen pada 2025 belum serta-merta menghilangkan kebutuhan masyarakat terhadap jaring pengaman sosial.

Puluhan ribu warga masih menjadi sasaran program bantuan sosial (bansos) pemerintah tahun ini.

Pada triwulan III 2026, sebanyak 43.886 warga tercatat sebagai sasaran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau program sembako. Penyaluran bantuan tersebut mulai dilakukan Sabtu (5/9).

Selain itu, sebanyak 26.733 keluarga tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Dua program tersebut menjadi bagian dari perlindungan sosial bagi masyarakat yang memenuhi kriteria penerima.

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Pacitan Agung Mukti Wibowo mengatakan, bansos masih menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

’’Untuk triwulan ketiga, BPNT atau sembako sebanyak 43.886 sasaran. Sementara PKH sebanyak 26.733 keluarga,’’ jelas Agung, Senin (67/9).

Data penerima tersebut tidak bersifat permanen. Pemerintah terus melakukan evaluasi agar bantuan menyasar masyarakat yang memenuhi kriteria.

Warga yang kondisi ekonominya membaik atau tidak lagi memenuhi persyaratan dapat dikeluarkan dari daftar penerima.

Sebaliknya, masyarakat yang merasa memenuhi kriteria tetapi belum terdata masih memiliki kesempatan untuk mengajukan usulan.

’’Bisa melalui aplikasi Perlinsos,’’ ujarnya.

Besarnya jumlah sasaran bantuan menunjukkan program perlindungan sosial masih memegang peran penting di tengah pertumbuhan ekonomi Pacitan.

Namun, angka penerima bansos tidak serta-merta dapat digunakan untuk menyimpulkan jumlah penduduk miskin di Pacitan karena setiap program memiliki kriteria dan satuan penerima berbeda.

BPNT menggunakan sasaran penerima individu sebagaimana data yang disampaikan Dinsos Pacitan, sedangkan penerima PKH dalam bahan ini dicatat berdasarkan keluarga.

Karena itu, angka 43.886 sasaran BPNT dan 26.733 keluarga penerima PKH tidak dapat langsung dijumlahkan.

’’Bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat, khususnya keluarga yang berada dalam kondisi sosial ekonomi rentan,’’ tandas Agung. (hyo/her)

Editor : Hengky Ristanto
bantuan sosial di Pacitan penerima BPNT pertumbuhan ekonomi pacitan penerima pkh