Kuota Sekolah Rakyat Pacitan Belum Penuh, Dinsos Buka Rekrutmen Susulan

Nur Cahyono • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 19:45 WIB
MASIH TERBUKA: Dinsos Pacitan masih melakukan rekrutmen susulan siswa Sekolah Rakyat Pacitan selama kuota belum terpenuhi.
MASIH TERBUKA: Dinsos Pacitan masih melakukan rekrutmen susulan siswa Sekolah Rakyat Pacitan selama kuota belum terpenuhi.

Jawa Pos Radar Madiun – Kesempatan masuk Sekolah Rakyat Pacitan masih terbuka.

Dinas Sosial (Dinsos) Pacitan terus melakukan rekrutmen susulan karena kuota siswa belum seluruhnya terpenuhi.

Pencarian calon siswa difokuskan kepada anak dari keluarga desil 1–2.

Sosialisasi juga menyasar anak yang belum bergabung dengan Sekolah Rakyat maupun mereka yang sempat putus sekolah.

Kepala Dinsos Pacitan Heri Setijono mengatakan, informasi mengenai penerimaan terus disebarluaskan agar keluarga yang memenuhi kriteria mengetahui kesempatan tersebut.

’’Kami terus secara masif memberikan informasi kepada masyarakat, sehingga anak-anak yang saat ini mungkin belum bersekolah di SR, tetapi masih di desil 1–2, bisa menyusul rekan-rekannya yang sudah di SR,’’ ujar Heri, Selasa (8/9).

Menurut Heri, penerimaan siswa tidak harus dilakukan secara serentak.

Sekolah Rakyat menerapkan sistem multi-entry dan multi-exit sehingga calon siswa yang memenuhi kriteria dapat bergabung menyusul selama kuota masih tersedia.

Namun, proses rekrutmen susulan bukan tanpa kendala. Khusus jenjang sekolah dasar (SD), kesiapan anak dan orang tua untuk menjalani pendidikan berasrama masih menjadi tantangan.

’’Jenjang SD ini memang selain anaknya, juga orang tuanya kadang belum siap untuk berpisah,’’ ungkapnya.

Tantangan lainnya adalah mengajak anak putus sekolah kembali ke bangku pendidikan.

Menurut Heri, semakin lama seorang anak meninggalkan sekolah, semakin besar pula upaya yang diperlukan untuk membangun kembali motivasinya.

Karena itu, keberhasilan siswa mengikuti Sekolah Rakyat Pacitan tidak hanya bergantung pada kesiapan anak.

Dukungan keluarga juga dinilai memiliki peran penting selama mereka menjalani pendidikan.

’’Kedua-duanya sangat dibutuhkan, tidak boleh hanya salah satu,’’ tegas Heri. (hyo/her)

Editor : Hengky Ristanto
desil 1–2 rekrutmen susulan Dinsos Pacitan sekolah rakyat pacitan