Jawa Pos Radar Madiun – Teka-teki potensi minyak dan gas bumi (migas) di perairan selatan Pacitan belum terjawab.
Survei seismik 2D yang dilakukan Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang telah rampung, tetapi hasil pengolahan datanya belum dirilis.
Survei migas selatan Pacitan tersebut berlangsung selama sekitar satu bulan, mulai 25 Juli hingga 25 Agustus 2026.
Kegiatan dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi geologi bawah permukaan laut sebagai bagian dari pencarian potensi sumber daya migas di lepas pantai selatan Jawa.
Kepala Dinas Perikanan Pacitan Nanang Hardwijono mengatakan, Pemkab Pacitan masih menunggu laporan resmi hasil survei dari Pertamina.
’’Kalau hasilnya belum rilis. Kami masih menunggu laporan dari Pertamina,’’ katanya, Kamis (10/9).
Menurut Nanang, pelaksanaan seismik 2D kali ini berlangsung tanpa gangguan berarti terhadap aktivitas nelayan.
Tidak ditemukan rumpon nelayan yang terpotong maupun mengalami kerusakan selama kegiatan berlangsung.
Karena itu, menurut dia, tidak ada kompensasi terkait kerusakan rumpon dalam pelaksanaan survei tersebut.
’’Pada survei kali ini tidak ada rumpon yang terpotong,’’ ujarnya.
Data yang diperoleh dari seismik 2D selanjutnya akan diolah dan dianalisis untuk melihat kondisi bawah permukaan serta menentukan langkah berikutnya.
Nanang mengatakan, apabila hasil analisis menunjukkan potensi yang dinilai sesuai dengan kondisi lapangan, kegiatan dapat berlanjut menggunakan metode seismik 3D untuk memperoleh gambaran bawah permukaan yang lebih terperinci.
’’Jika berpotensi dan sesuai dengan hasil di lapangan, akan ditindaklanjuti dengan survei 3D agar hasil yang diharapkan benar-benar optimal dan maksimal,’’ jelas mantan Camat Ngadirojo tersebut.
Kendati demikian, keberadaan cadangan migas di perairan selatan Pacitan belum dapat dipastikan hanya berdasarkan rampungnya kegiatan survei.
Kepastian mengenai potensi tersebut masih bergantung pada pengolahan dan analisis data oleh Pertamina.
Karena itu, kemungkinan survei lanjutan maupun tahapan pengembangan berikutnya masih harus menunggu hasil kajian.
’’Semoga ada kabar baik,’’ pungkas Nanang. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto